Kehamilan Dapat Meningkatkan Risiko Covid-19 Menjadi Lebih Parah

Ilustrasi ibu hamil
26 Juni 2020 16:17 WIB Syaiful Millah Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Vaksin virus Covid-19 belum ditemukan, namu n studi tentang virus tersebut terus dilakukan. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit virus corona baru atau Covid-19 yang parah. Wanita hamil dilaporkan lebih mungkin masuk unit perawatan intensif atau menggunakan ventilator.

Dilansir dari Live Science, Jumat (26/6/2020) salah satu studi terbesar terkait Covid-19 dan kehamilan menganalisis informasi lebih dari 8.200 wanita hamil dan 83.200 wanita tidak hamil di Amerika Serikat yang dinyatakan positif corona.

Studi ini menemukan bahwa hampir sepertiga wanita hamil dengan Covid-19 dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan hanya enam persen wanita yang tidak hamil.

Baca juga: Pemkab Hanya Gunakan Satu Gedung Asrama Haji untuk Karantina Covid-19

Penelitian juga menemukan bahwa wanita hamil dengan Covid-19 lebih mungkin dirawat di unit perawatan khusus (ICU) dan membutuhkan ventilasi mekanik.

Persentasenya adalah 1,5 persen wanita hamil dirawat di ICU dibandingkan dengan 0,9 persen wanita yang tidak hamil. Selain itu, 0,5 persen wanita hamil membutuhkan ventilasi mekanik dibandingkan dengan 0,3 persen wanita tidak hamil.

Penulis penelitian menyebut masuk ruang ICU dan kebutuhan ventilator merupakan proksi yang berbeda terkait keparahan penyakit Covid-19. Adapun, kematian akibat Covid-19 tidak ada kaitannya dengan hamil atau tidak.

Baca juga: Belasan Pedagang Reaktif Covid-19, Pasar Bantul Terancam Ditutup 2 Sampai 3 Hari

“Ada berita baik dan berita buruk disini. Berita baiknya adalah bahwa wanita hamil tampaknya tidak memiliki risiko meninggal lebih tinggi. Akan tetapi berita buruknya mereka memang memiliki risiko lebih tinggi untuk masuk ICU dan membutuhkan ventilasi mekanik,” kata Dana Meaney-Delman, Wakil Manajer Covid-19.

Dia melanjutkan, penelitian ini menjadi sangat penting untuk menyampaikan pesan bahwa wanita hamil perlu mengambil sejumlah tindakan pencegahan guna melindungi diri dari penyakit pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Namun, penelitian baru tersebut diakui masih memiliki keterbatasan seperti ada banyak data yang hilang. Misalnya bagi banyak wanita di kedua kelompok, dokter tidak melaporkan apakah mereka membutuhkan ICU, ventilator, atau telah meninggal.

Selain itu, penelitian ini tidak dapat membahas bagaimana risiko infeksi Covid-19 dapat bervariasi pada trimester secara lebih spesifik atau apakah itu memengaruhi kondisi bayi yang dikandung. Para penulis meminta data yang lebih lengkap untuk memahami sepenuhnya risiko Covid-19 untuk wanita hamil.

Adapun, selama masa pandemi CDC telah merekomendasikan agar wanita hamil membatasi interaksi dengan orang lain sebanyak mungkin. Ketika mereka harus berinteraksi dengan orang lain, perlu juga diambil tindakan pencegahan seperti menjaga jarak dan mengenakan masker.

Sumber : Bisnis.com