Jangan Panik, Ini Langkah Orangtua Ketika Anak Demam dan Batuk di Tengah Pandemi

Anak Sakit - boldsky.com
27 Juni 2020 13:57 WIB Novita Sari Simamora Lifestyle Share :

Harianjogja.com,  JAKARTA - Pandemi virus corona terkadang membuat panik orang tua yang memiliki bayi dan anak yang terserang demam, batuk dan pilek. 

Kini para orang tua harus menahan diri untuk membawa anak ke rumah sakit, karena pandemi virus corona yang belum berakhir bahkan jumlah pasien yang terkonfirmasi semakin bertambah. Lantas, apa yang harus dilakukan saat anak sedang diare, demam, batuk dan pilek?

BACA JUGA : Dinkes Jogja Imbau Masyarakat Waspadai DBD 

Saat anak sedang dilanda demam, batuk dan pilek, maka orang tua tidak perlu terlalu khawatir, bila anak masih dalam kondisi baik-baik saja. Bila anak masih dalam kondisi lincah dan masih bisa bermain, maka hal tersebut bukanlah hal yang mengkhawatirkan.

Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan bila anak sedang sakit:

Demam

Longgarkan pakaian yang sedang dikenakan anak. Jangan menggunakan pakaian hangat kepada anak. Pakaikanlah baju yang nyaman dan longgar pada tubuh anak.

Buat para orang tua, sediakan paracetamol di rumah. Lalu berikan pada  anak sesuai dengan dosis dan petunjuk penggunaan pada kemasan sesuai dengan usia anak.

Paracetamol biasanya diberikan 4 kali dalam sehari. Bila setelah diberikan paracetamol suhu anak turun, dan selang beberapa jam  kembali hangat, maka jangan khawatir.

Batuk dan Pilek

Biasanya  ini disebabkan oleh alergi pada benda yang ada di sekeliling anak. Hindari anak dari makanan dingin dan manis. Berikan lebih banyak minum air hangat. Kemudian, oleskan salep pada punggung dan dada anak.

Diare

Bila anak buang air besar dengan kondisi encer, bisa jadi karena perut anak syok karena mencicipi makanan baru. Selain itu, diare bisa juga terjadi karena tangan anak sedang kotor saat memegang makanan.

Sediakan selalu oralit di rumah dan berikan air hangat kepada anak. Selalu perhatikan warna cairan dan tekstur kotoran bayi, bila sudah melebihi 7 kali sehari maka segeralah bawa ke dokter untuk mencegah dehidrasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia