Salah Satu Gejala Gangguan Jantung Ada di Kaki, Ini Cara Mencegahnya

Ilustrasi sakit jantung
29 Juni 2020 21:47 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Salah satu penyakit yang berisiko tinggi akan kematian adalah kardiovaskular atau gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu ketika menemukan gejala, perlu ditindaklanjuti dengan segera untuk mengurangi risiko kerusakan permanen pada otot jantung.

Melansir Express UK, Senin (29/6/2020), salah satu tanda peringatan utama masalah kardiovaskular bisa dirasakan di kaki. Mayo Clinic menerangkan serangan jantung terjadi ketika pasokan darah ke jantung tiba-tiba terganggu. Tanpa pasokan ini, otot jantung mungkin rusak dan mulai mati. Penyakit jantung koroner adalah penyebab utama serangan jantung.

Penyakit jantung koroner adalah suatu kondisi di mana arteri koroner (pembuluh darah utama yang memasok jantung dengan darah) menjadi tersumbat oleh endapan kolesterol, zat lilin yang ditemukan dalam darah. Kondisi jantung sering menghasilkan gejala ketika pembuluh darah di bagian-bagian tertentu dari tubuh menjadi menyempit oleh penumpukan plak lemak ini.

Baca juga: Corona Berefek Jangka Panjang, Meski Sembuh Paru-Paru dan Otak Berpotensi Rusak

Kesehatan tubuh, rasa sakit, mati rasa, lemah atau dingin di kaki atau lengan mungkin menandakan masalah kardiovaskular. Gejala lainnya termasuk nyeri dada, sesak dada, tekanan dada dan ketidaknyamanan dada (angina), sesak napas, serta nyeri di leher, rahang, tenggorokan, perut bagian atas atau punggung.

Untuk mengurangi risiko serangan jantung yakni mencegah plak berlemak menumpuk di arteri. Cara paling pasti untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan mengekang kebiasaan makan yang tidak sehat.

Baca juga: Gawat! Gelombang Kedua Covid-19 Terjang China, Jepang, dan Korea Selatan

"Makan makanan tidak sehat yang tinggi lemak akan membuat pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) menjadi lebih buruk dan meningkatkan risiko serangan jantung,” sebut NHS.

Terus mengonsumsi makanan berlemak tinggi akan menyebabkan lebih banyak plak berlemak menumpuk di arteri. Ini karena makanan berlemak mengandung jenis kolesterol tidak sehat yang disebut kolesterol LDL.

Kolesterol LDL dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menyumbat arteri. NHS menyarankan untuk mencegah
kadar kolesterol LDL menumpuk, sangat penting untuk menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh.

Adapun makanan yang memilik kadar lemak jenuh yang tinggi berupa pai, gorengan, sosis dan potongan daging berlemak, mentega, ghee (sejenis mentega yang sering digunakan dalam masakan India), lemak babi, krim, keju, kue dan biscuit, serta makanan yang mengandung minyak kelapa atau kelapa sawit.

Selain menghindari makanan di atas, makanan tertentu telah terbukti mengurangi kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kadar kolesterol HDL Anda. Kolesterol HDL dicap sebagai kolesterol baik karena mengambil kolesterol berbahaya dari arteri dan mengantarkannya ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh.

Makanan yang terbukti meingkatkan kadar kolestrol HDL yakni almond. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition, para peneliti membandingkan tingkat dan fungsi kolesterol HDL pada orang yang makan almond setiap hari, dengan tingkat HDL dan fungsi kelompok orang yang sama ketika mereka makan muffin. Para peneliti menemukan bahwa terjadi peningkatan dan fungsi HDL bagi mereka yang melakukan diet dengan mengonsumsi alomond.

Almond juga dapat dinikmati sebagai bagian dari diet bergaya Mediterania yang lebih banyak makan roti, buah, sayuran dan ikan, dan lebih sedikit daging. Menurut NHS, diet ini rendah lemak jenuh sehingga merupakan pilihan yang cocok untuk mengurangi risiko serangan jantung.

Sumber : Bisnis.com