Waduh, 5 Kebiasaan Penumpang Pesawat Ini Berisiko Tularkan Covid-19

Ilustrasi kabin pesawat
30 Juni 2020 12:27 WIB Yudi Supriyanto Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membawa dampak buruk pada dunia penerbangan. Seperti memangkas ribuan penerbangan setiap harinya, dan meninggalkan puluhan ribu pramugari dan karyawan lainnya.

Industri ini bahkan mencapai titik terendahnya sepanjang masa pada April 2020 dengan hanya 87.534 orang melewati pos pemeriksaan Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) dalam satu hari.

Perlahan tapi pasti, pada Juni ini perjalanan udara mulai meningkat lagi. TSA melaporkan terdapat 587.903 orang terbang pada 19 Juni 2020.

Pramugari adalah pihak yang telah berada di garis depan pandemi sejak hari pertama. Mereka terus bekerja dan melakukan kontak dengan ratusan orang setiap harinya.

Sejumlah peraturan telah diberlakukan untuk menjaga agar awak kabin dan penumpang aman. Namun, terdapat tren yang mengkhawatirkan beberapa waktu ini.

Dilansir dari insider oleh Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, berikut tren-tren yang cukup mengkhawatirkan melalui perjalanan udara.

Pertama, beberapa penumpang melepas masker mereka ketika masuk ke dalam pesawat. Kemudian, terdapat juga penumpang yang mengenakannya secara tidak benar, atau langsung menolak untuk mengenakannya

Kedua, beberapa beberapa penumpang tidak mempraktikkan kebersihan yang layak meski telah mengambil tindakan pencegahan tertentu

Ketiga, sejumlah penumpang pesawat memberikan sampah kepada pramugari kapan pun mereka mau.

Langkah itu adalah berbahaya pada saat ini. Menyerahkan pramugari tisu, serbet, tisu, dan sisa makanan merupakan risiko keamanan karena meningkatkan titik sentuh. 

Ini juga berarti bahwa pramugari harus menghentikan apa yang mereka lakukan untuk membuang sampah dan mengganti sarung tangan mereka.

Keempat, beberapa penumpang tidak melakukan persiapan sebelum melakukan perjalanannya. Kondisi ini membuat penumpang terburu-buru, dan kerap melupakan pedoman jaga jarak.

Kelima, terdapat penumpang pesawat yang ingin mendapatkan layanan seperti biasanya. 

Sumber : Bisnis.com