Ini Sejumlah Protokol Kesehatan yang Sebaiknya Mulai Diajarkan pada Anak, Salah Satunya Jangan Berbagi Pena

Ilustrasi. - Freepik
05 Juli 2020 18:47 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah belum mulai menerapkan new normal. Namun, berbagai persiapan terus dilakukan, terutama menyusun protokol kesehatan di berbagai tempat.

Semua orang pun tetap disarankan menjalani protokol kesehatan, mulai dari menjaga jarak sosial, mencuci tangan dan selalu mengenakan masker.

Tapi, kondisi ini tentu tak mudah ketika anak-anak mulai kembali ke sekolah. Mereka mungkin lebih sulit menjaga dirinya sendiri bila tak diberi pemahaman sejak awal.

Berikut ini dilansir dari The Sun, 5 protokol kesehatan yang setidaknya Anda ajarkan ke anak sebelum mereka kembali ke sekolah setelah pandemi.

1. Cuci tangan

Cuci tangan adalah hal wajib yang perlu diterapkan sebagai langkah paling efektif mencegah penularan virus corona Covid-19. Jika mereka mengenakan masker wajah sekali pakai, jangan lupa memintanya untuk melepas dan langsung membuangnya.

2. Jangan berbagi pena

Pastikan anak-anak selalu membawa dan memakai pena atau pensil miliknya sendiri ketika kembali ke sekolah. Karena, penggunaan pena yang terlalu sering akan lebih sulit untuk dibersihkan atau disterilisasi. Sedangkan, pena bisa menjadi tempat bertahan hidupnya virus corona Covid-19.

3. Batasi barang bawaan sekolah

Anak-anak lebih baik membawa lebih sedikit barang ketika kembali ke sekolah. Pastikan barang-barang yang dibawa paling penting dan dibutuhkan di sekolah.

Sehingga, langkah ini membatasi anak-anak membuka tutup tas dan mengeluarkan banyak barang di tempat umum yang bisa menjadi media penularan virus corona.

4. Jangan berbagi buku

Banyak anak-anak suka bertukar buku ketika sekolah. Kebiasaan ini juga perlu dihindari untuk mencegah penularan virus corona Covid-19 melalui buku,

5. Hindari transportasi umum

Penggunaan layanan publik, termasuk transportasi umum bisa menyebabkan penyebaran virus corona Covid-19 lebih cepat. Karena itu, anak-anak disarankan tidak naik transportasi umum ketika pergi ke sekolah.

Sumber : Suara.com