Benarkah Virus Corona Bisa Menular ke Janin? Penelitian Ini Membuktikannya

Ilustrasi. - Freepik
10 Juli 2020 21:47 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penelitian tentang Virus Corona terus dilakukan oleh para ahli dari berbagai negara. Sebuah penelitian kecil di Italia memperkuat bukti bahwa wanita hamil yang terinfeksi virus corona mungkin dapat menyebarkannya ke janin mereka.

Hasil penelitian yang dirilis pada Kamis (9/7/2020) menunjukkan bahwa mereka mempelajari 31 wanita terinfeksi Covid-19 yang melahirkan pada Maret dan April.

Studi ini melibatkan pasien hamil di tiga rumah sakit selama puncak wabah di Italia utara.

Baca juga: Area Tubuh Mana Saja yang Perlu Pakai Tabir Surya?

Bahan genetik virus ditemukan dalam satu sampel darah tali pusat, dua swab vagina dan satu sampel ASI. Para peneliti juga menemukan antibodi spesifik anti-virus corona dalam darah tali pusat dan ASI.

"Dalam satu kasus, ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir sudah positif karena kami menemukan virus dalam darah tali pusat dan plasenta," kata pemimpin studi Dr. Claudio Fenizia, spesialis imunologi di Universitas Milan.

Dalam kasus lain, bayi yang baru lahir diektahui memiliki antibodi virus corona. Namun ini tidak berasal dari plasenta, jadi infeksi tidak berasal dari ibu.

Baca juga: 3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Minum, Salah Satunya Jangan Sambil Berdiri

"Karena paparan langsung janin terhadap virus," jelas Fenizia.

Tapi, ia menjelaskan emungkinan infeksi janin tampaknya relatif jarang. Hanya dua dari bayi baru lahir dites positif terkena virus corona saat lahir dan tidak ada yang sakit karenanya.

Fenizia menekankan untuk tidak panik dan masih terlalu dini jika ingin membuat pedoman baru atau mengubah sistem perawatan.

Menurutnya, ini adalah bahan bagus untuk dilakukan penelitian lebih kanjut, terutama pada wanita yang terinfeksi sejak lebih awal kehamilan mereka daripada wanita-wanita (peserta penelitian) ini.

Dilansir Fox News, sejak dimulainya pandemi Covid-19, dokter bertanya-tanya apakah infeksi dapat terjadi di rahim. Infeksi virus lain, seperti HIV dan Zika dapat menginfeksi janin.

Beberapa laporan awal dari China memperkirakan virus corona mungkin juga demikian, meskipun dokter mencurigai sang ibu mungkin telah menyebarkan virus kepada bayi mereka selama atau setelah kelahiran.

Ashley Roman, spesialis kehamilan di NYU Langone Health, mengatakan ia dan rekannya juga mendeteksi ada partikel virus pada janin yang tertular melalui plasenta, beberapa dari 11 kasus yang mereka periksa.

Laporan baru menambahkan bukti bahwa penularan dalam rahim adalah mungkin, tetapi tampaknya jarang dan tidak menyebabkan masalah serius pada bayi.

Sumber : Suara.com