6 Penyebab Seks Bisa Jadi Menyakitkan untuk Perempuan

Ilustrasi. - Freepik
17 Juli 2020 23:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Banyak manfaat bisa didapatkan pasangan suami istri saat meakukan hubungan seks. Berhubungan seks bisa melepaskan stres, hubungan lebih harmonis, dan menyehatkan tubuh.

Tapi ada beberapa kendala saat berhubungan seks, salah satunya rasa yang menyakitkan bagi perempuan saat penetrasi atau hubungan intim dilakukan.

Mengutip Cleo, Rabu (15/7/2020) mungkin 6 hal ini yang jadi penyebabnya.

1. Rahim yang terbalik

Posisi seks yang mudah dikuasai adalah telentang. Namun, Ahli Urologi dan Ginekologi Rumah Sakit Gleneagles Dr. Christopher Chong mengatakan sebanyak 20 persen perempuan memiliki rahim yang terbalik, rahim terbalik biasanya dan mengarah ke dubur, membuat posisi telentang sangat menyakitkan.

"Rahim retroverted juga datang dengan ovarium dan tuba falopi yang berujung ke belakang, dan bisa 'disumbat' oleh kepala penis saat berhubungan intim," jelas Dr Chong.

Dokter kandungan bisa mengidentifikasi gejala itu, apakah benar memiliki rahim terbalik. Jika iya maka berikan posisi alternatif seperti penetrasi dari berlakang.

"Ini cenderung tidak menimbulkan rasa sakit bagi mereka yang memiliki rahim yang terbalik," kata Dr Chong.

2. Stres Tentang Seks

"Vagina adalah organ yang elastis. Jika bayi saja bisa keluar, hanya ada sedikit kemungkinan penis yang berukuran lebih kecil tidak bisa memasukinya," ujar dr. Chong.

Tapi itu terjadi hanya selama perempuan cukup terstimulasi sebelum dimasuki penis. Jadi yang harus dilakukan pastikan perempuan dilumasi dengan foreplay atau pemanasan yang cukup agar perempuan tidak stres.

Saat stres bisa membuat otot vagina menjadi kram. "Luangkan waktu, jangan berkonsentrasi pada kejantanan lelaki tetapi konsenterasilah pada perasaan dan tubuh Anda, jadi bersabarlah," ungkap dr. Chong.

Juga yang lebih penting bicarakan dengan pasangan, ia perlu tahu bahwa dirinya harus bersikap lembut dan penuh kasih.

3. Sindrom Iritasi Usus

Sindrom iritasi usus adalah suatu kondisi yang dapat mencakup gejala-gejala seperti sakit perut, kembung, dan sembelit atau diare. Gejala-gejala ini dapat membuat seks terasa menyakitkan.

"Usus sangat dekat dengan daerah panggul. Berhubungan seks saat mengalami iritasi usus bisa menyebabkan gesekan karena gerakan selama hubungan intim, dan menyebabkan peradangan lebih lanjut ke usus,” jelasnya.

Jadi coba konsultasikan dengan dokter untuk mengurangi gejala iritasi usus, seperti melakukan diet, obat-obatan dan mengelola stres. Teknik meditasi dan foreplay yang lebih lama bisa mengurangi kecemasan dan menjadikan diri lebih rileks saat berhubungan intim.

4. Endometriosis

Kondisi ini adalah di mana lapisan rahim mulai tumbuh di daerah lain. Keadaan inilah yang dapat menyebabkan sensitivitas dan rasa sakit, terutama jika lapisan rahim timbul didekat dinding vagina.

"Metode biopsi sel dapat mencaritahu dimana pertumbuhan terjadi. Pil kontrasepsi tertentu juga dapat mengurangi gejala endometriosis, dan panadol (pereda nyeri) dapat membantu mengurangi rasa sakit," jelas Dr. Chong.

Solusinya pasangan juga dapat mengambil posisi yang menghindari gerakan dalam, seperti posisi dari belakang. Posisi ini juga bisa menguragi tekanan di area sensitif perempuan.

5. Infeksi Genital

Infeksi urin hingga herpes genital, bisa mengubah seks menjadi sangat sakit. “Itu tergantung pada infeksi dan seberapa parah infeksi menyebar. Namun infeksi herpes bisa menyebabkan lecet saat disentuh. Juga, goresan kecil atau luka di bibir vagina bisa terasa menyiksa saat terjadi gesekan," paparnya.

Solusinya sebagian besar infeksi genital bisa disembuhkan dengan antibiotik. Pemberian antibiotik ini juga harus berdasarkan resep dokter. Dokter juga biasanya menyarankan untuk menghindari stres sampai infeksi sembuh.

"Banyak infeksi tidak hanya bisa menular, tetapi mereka akan memburuk jika Anda terus bercinta ketika tubuh Anda tidak sehat," kata dr. Chong mengingatkan.

6. Vaginismus

Vaginismus adalah pengetatan otot-otot dasar panggul. Pengetatan otot ini juga bisa terjadi di dalam vagina, secara efektif ini bisa sangat menyakitkan saat penetrasi. Beberapa penyebabnya adalah perempuan sedang stres, ketakutan, atau tidak siap secara fisik ataupun emosional.

Solusi yang bisa dilakukan tetap melakukan pemeriksaan internal oleh dokter. “Olahragalah untuk melatih kegel sekali sehari. Melatih otot bisa dengan cara tahan untuk tidak ke toilet selama 10 detik dan lakukan selama dua kali sehari.

Sumber : Suara.com