Ingin Bercocok Tanam di Kota? Kenali Dahulu Ragam 5 Sub Sistem Budidaya Urban Farming

Petani merawat tanaman sayur sawi Caisim yang ditanam menggunakan metode hidroponik di Penyengatrendah, Telanaipura, Jambi, Kamis (12/10). - ANTARA/Wahdi Septiawan
17 Juli 2020 19:57 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Semakin terbatasnya lahan pertanian membuat beragam metode pertanian muncul. Salah satunya adalah pertanian kota, atau urban farming. Dalam memulai urban farming, ada 4 jenis introduksi inovasi teknologi pertanian perkotaan.

Dikutip dari laman resmi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta empat sub sistem urban farming yaitu; Sub Sistem Budidaya, Sub Sistem Peternakan, Sub Sistem Perikanan, Sub Sistem Komposting.

Baca juga: Untuk Pria yang Suka Pelihara Jenggot, Ini Cara Mudah Merawat Agar Lebih Sehat

Berikut 5 jenis dari urban farming dengan sub sistem budidaya.

1. Vertikultur

Teknik budidaya secara vertikal atau disebut dengan sistem vertikultur merupakan salah satu strategi untuk mensiasati keterbatasan lahan, terutama dalam rumah tangga. Vertikultur ini sangat sesuai untuk sayuran seperti bayam, kangkong, kucai, sawi, selada, kenikir, seledri, dan sayuran daun lainnya.

Baca juga: Tak Hanya Menyalurkan Hobi, Merawat Tanaman di Dalam Rumah Juga Punya Banyak Manfaat

2. Hidroponik

Budidaya tanaman yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Berdasarkan media tumbuh yang digunakan, hidroponik dapat dibagi menjadi tiga.

Pertama, Kultur Air yakni metode hidroponik yang dilakukan dengan menumbuhkan tanaman dalam media tertentu yang di bagian dasar terhadap lautan hara, sehingga ujung akar tanaman akan menyetuh laruan yang mengandung nutrisi tersebut

Kedua, Kultur Agregat yaitu metode hidroponik yang dilakukan dengan menggunakan media tanaman berupa kerikil, pasir, arang sekam, pasi. Pemberian hara dilakukan dengan menyiapkan larutan hara dalam tangka lalu dialirkan ke tanaman melalui selang plastik.

Ketiga, Nutrient Film Technique (NFT), adalah metode hidroponik yang dilakukan dengan cara menanam tanaman dalam selokal panjang yang sempir yang dialiri air yang mengandung larutan hara.

3. Aquaponik

Aquaponik merupakan sistem produksi pangan, khususnya sayuran yang diintegrasikan dengan budidaya hewan air seperti ikan, udang, dan siput, dalam suatu lingkungan simbiosis. 

4. Vertiminaponik 

Sistem budidaya sayuran berbasis pot talang plastik secara vertikal dengan sistem aquaponik. Oleh karena itu, sistem ini dinamakan vertiminaponik yang diintroduksikan dengan bentuk persegi berukuran panjang 140 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 90 cm berupa tandon air berbahan fiberglass dengan volume 500 liter air. 

5. Wall Gardening

Sistem budidaya wall gardening, termasuk dalam jenis budidaya tanaman vertikal. Bedanya sistem ini, memanfaatkan tembok atau dinding sebagai tempat untuk menempatkan modul pertanaman. Model ini sangat populer untuk tanaman hias dan sudah sangat sering dijumpai di kantor-kantor.

Nah apakah Anda sudah menyiapkan pilihan segera melakukan pertanian kota? Selamat mencoba.

Sumber : Bisnis.com