Corona Sebabkan Komplikasi Parah, Penderita Diabetes Sangat Rentan

Ilustrasi Cek Gula Darah - Reuters
05 Agustus 2020 22:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Diabetes merupakan penyakit penyerta yang kerap diderita pasien Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, sekitar 500 hingga 600 pasien Covid-19 di Jakarta kemungkinan juga menderita diabetes.

"Jakarta prevalensinya 3,4 persen. Sehingga di luar kondisi Covid di Jakarta berpeluang ada 260 ribu orang diabetes. Saat ini yang sudah ada di sistem kita, artinya kita pernah periksa lalu kita recall dan punya informasi terhadap mereka itu ada sebanyak 160 ribu," kata Dwi dalam sebuah webinar, Rabu (5/8/2020).

Menurut Dwi, kondisi komorbid atau penyakit penyerta seperti diabetes perlu diwaspadai karena risiko kesehatannya akan lebih berat.

"Supaya yang punya diabetes tidak terkena covid. Kalau kena covid bisa segera dideteksi dan cepat mendapatkan penanganan. Jangan sampai mengalami komplikasi baik karena covid atau pun diabetesnya," sambungnya.

Berdasarkan American Diabetes Association (ADA), sebenarnya hingga kini belum ada cukup data tentang apakah penderita diabetes lebih rentan terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Masalah utama yang dihadapi penderita diabetes adalah komplikasi yang lebih buruk.

Tidak hanya itu, secara umum penderita diabetes juga lebih cenderung mengalami gejala parah ketika terinfeksi virus corona jenis baru.

Di China, penderita diabetes memiliki tingkat komplikasi serius dan kematian yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang tidak menderita diabetes.

"Risiko terkena penyakit parah akibat Covid-19 akan menjadi lebih rendah jika diabetes dikelola dengan baik," tulis ADA.

Infeksi virus dapat meningkatkan peradangan, atau pembengkakan internal, pada penderita diabetes.

Menderita penyakit jantung atau komplikasi lain selain diabetes juga dapat memperburuk kemungkinan Covid-19 yang parah akibat kemampuan tubuh dalam melawan infeksi terganggu.

ADA merekomendasikan untuk selalu waspada ketika penderita diabetes mengalami gejala demam, batuk kering, dan napas pendek.

Ketika berkonsultasi dengan dokter, penderita harus melakukan beberapa hal ini, antara lain:

- Pastikan untuk tahu kadar glukosa darah

- Pastikan untuk tahu kadar keton

- Pantau konsumsi cairan dan laporkan

- Jelaskan gejalanya secara jelas

- Bertanya bagaimana cara mengelola diabetes yang diderita.

Sumber : Suara.com