Perut Kembung karena Banyak Gas Dalam Tubuh? Begini Solusinya...

Perut kembung - Istimewa
11 Agustus 2020 12:27 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pernah merasakan perut kembung, perut bunyi hingga perut kram? Pasti tidak nyaman bukan?

Memiliki tumpukan gas di perut dalam jangka waktu yang lama memang membuat ketidaknyamanan. Melansir Insider oleh Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, Selasa (11/8/2020), gas ada di dalam sistem pencernaan melalui tiga cara. Pertama yakni pencernaan dasar. Gas dibuat ketika bakteri yang hidup di usus besar memecah makanan tertentu. Karbohidrat, khususnya, membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah dan dapat mencapai usus besar tanpa dicerna sepenuhnya.

Makanan yang dicerna sebagian ini berada di usus besar dan melalui proses fermentasi yang menghasilkan gelembung udara, yang keluar sebagai gas.

Kedua gas masuk ketika Anda menelan udara saat makan dan minum. Anda mungkin menelan lebih banyak udara daripada biasanya saat mengunyah permen karet, minum-minuman berkarbonasi seperti soda, atau merokok.

Ketiga intoleransi makanan. Kata Kyle Staller, Direktur Laboratorium Motilitas Gastrointestinal (GI) di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Sekolah Kedokteran Harvard, contohnya adalah ketika orang memiliki intoleransi laktosa. "Bagian dari gula susu tidak terserap seluruhnya sehingga digunakan oleh bakteri untuk membuat gas," jelasnya.

Sering kali gas akan hilang tanpa pengobatan, tetapi cukup lama menunggu tentu membuat perut semakin tidak nyaman. 

Tidak perlu khawatir, berikut sejumlah metode yang bisa Anda lakukan di rumah untuk meredakan gas di perut dalam waktu singkat:

1. Konsumsi probiotik

Probiotik dapat membantu mengurangi gas dan meredakan ketidaknyamanan perut akibat gas berlebih. Padahal tidak semua probiotik diciptakan sama.

"Ada begitu banyak jenis probiotik sehingga sulit untuk mengidentifikasi produk yang tepat untuk orang yang tepat," kata Staller. Namun, penelitian menunjukkan bahwa strain Bifidobacterium dapat bermanfaat.

Dalam sebuah studi kecil yang diterbitkan pada 2020 di Nutrients, para peneliti menguji 63 individu yang sehat. Selama tiga hari pertama, para partisipan mengonsumsi makanan tinggi serat untuk memicu gas. 

Kemudian selama 28 hari berikutnya, mereka menambahkan setengah cangkir produk susu probiotik yang mengandung Bifidobacterium animalis sebanyak dua kali sehari dengan pola makan biasa. Mereka kemudian mengonsumsi makanan berserat tinggi yang sama selama tiga hari di akhir penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah empat minggu mengonsumsi makanan probiotik, para partisipan memiliki reaksi yang jauh lebih ringan terhadap diet tinggi serat, merasa tidak terlalu kembung dan buang angin lebih sedikit di siang hari.

Stellar setuju bahwa bagi orang-orang yang menginginkan bebas dari gas berlebih, probiotik yang mengandung Bifidobacterium cenderung menjadi yang paling efektif.

2. Berolahraga

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu mengurangi rasa kembung. Ini karena saat Anda berolahraga, usus dirangsang untuk mengeluarkan gas lebih cepat melalui sistem pencernaan.

Beberapa olahraga paling efektif untuk membantu meredakan gas seperti berbaring telentang dan menggerakkan kaki seperti gerakan sepeda di udara, jalan-jalan sebentar setelah makan, pose yoga tertentu seperti pose anak dan putar kursi dapat membantu mengatasi beberapa gejala sindrom iritasi usus besar (IBS). 

3. Minyak peppermint

Ada bukti bahwa minyak peppermint dapat memperbaiki gejala IBS, seperti sembelit, diare, kembung, dan gas berlebih. Ini karena peppermint memiliki kualitas antispasmodik, yang berarti menghentikan kontraksi otot tak sadar usus besar yang dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal.

Sebuah ulasan yang diterbitkan pada 2014 di Journal of Clinical Gastroenterology menemukan bahwa dari 9 penelitian, pasien IBS yang mengonsumsi minyak peppermint mengalami peningkatan yang signifikan pada sakit perut mereka, dibandingkan dengan peserta lain.

Anda bisa mendapatkan minyak peppermint dalam kapsul dan meminumnya sekitar satu jam sebelum makan.

4. Bantal pemanas

Ada bukti bahwa menggunakan bantal pemanas dapat membantu mengobati sakit perut akibat gas. Para peneliti di University College London menemukan bahwa meletakkan bantal pemanas bersuhu 104 derajat Fahrenheit di perut dapat membantu meredakan nyeri hingga satu jam. Ini karena ketika tubuh menyalakan reseptor panas, beberapa reseptor rasa sakit dinonaktifkan.

Meskipun penelitian ini tidak mengevaluasi nyeri gas secara spesifik, Staller mengatakan bahwa, banyak pasien saya yang mengalami gas berlebih dan kembung merasa lebih baik saat meletakkan bantal pemanas di perut mereka.

Sumber : bisnis.com