Cara Mengatasi Sembelit pada Anak

Ilustrasi anak sembelit - JIBI/Bisnis.com
20 Agustus 2020 00:27 WIB Krizia Putri Kinanti Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Sembelit pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun sudah umum, tetapi ini harus menjadi perhatian bagi orang tua.

Terkadang bayi Anda tidak benar-benar sembelit, tetapi harus diberi waktu untuk mengatur sendiri jadwalnya untuk buang air besar. Biasanya, feses bayi lunak dan mudah dikeluarkan. Bahkan jika bayi tidak mengalami sembelit, pergerakan ususnya mungkin tidak teratur.

Miza Dito Afrizal, Dokter Spesialis Anak di RS Tumbuh Kembang Depok mengatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab sembelit pada anak yang sering ditemui dan dikonsultasikan padanya.

“Penyebab yang paling sering adalah mpasi, lalu terlalu banyak serat karena serat tinggi dicernanya susah akhirnya terjadi mampet dan sembelit. Kurang air, minum disini bukan cuma air putih tapi ASI, susu formula,  kalau makan ada kuahnya itu air juga. Bisa juga karena air putih kebanyakan bisa menyebabkan gangguan elektrolit sembelit juga,” tuturnya dalam siaran langsung Instagram @healthykidscorner, Rabu (19/8/2020).

Dia menambahkan acapkali penyebab sembelit pada bayi adalah takaran susu formula yang kacau, kebanyakan para orangtua dalam menyiapkan susu bayi memasukkan susu bubuk dahulu baru air. Padahal urutan yang benar adalah memasukkan air dahulu baru susu bubuk agar komposisinya pas. Selain itu, banyak pula orang tua yang tidak mengikuti petunjuk pembuatan susu di kemasan dan mengira-ngira takaran untuk anaknya.

“Saya sebagai dokter ini hal yang tiap hari saya temukan. Memang kayak sepele ya tapi itu terjadi sering kali. Jadi apabila anak sembelit langsung dibawa ke ahli dan dicari tahu penyebabnya karena apabila tidak ditangani maka sampai kapanpun anak itu akan sembelit,” katanya.

Tanda-tanda sembelit yang paling gampang dikenali oleh orang tua adalah adalah bentuk dari fesesnya yakni padat, panjang dan retak-retak permukaannya, karena feses dari buang air besar normal adalah berbentuk panjang dan tidak ada retakan di permukaannya. Lalu, buang air besarnya dalam seminggu 2 kali atau kurang, anaknya itu saat buang air besar kesusahan sekali sampai kesakitan, lalu kalau anaknya buang air besar seperti ada yang tertinggal.

“Solusinya adalah harus dicari tahu sebabnya apa karena memang 90% penyebabnya bukan karena ada kelainan organ tapi fungsional. Dan, kalau ada orang tua ingin memberikan obat ke anak tanpa indikasi medis atau bermodalkan googling itu bahaya jadi sebenarnya sesimple itu intinya konsultasi aja karena dokter sudah berpengalaman memberikan analisa,” paparnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia