Pisalin Unjuk Gigi dalam Walk Around Fashion Runway

Salah satu model yang menampilkan baju besutan Pisalin yang merupakan merek produk fashion milik PT Aksara Solopos mengikuti kegiatan Walk Around Fashion Runway yang digelar oleh Sleman City Hall (SCH) pada Sabtu (22/8/2020) malam. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
23 Agustus 2020 10:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Lifestyle Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pisalin yang merupakan merek produk fashion milik PT Aksara Solopos mengikuti kegiatan Walk Around Fashion Runway yang digelar oleh Sleman City Hall (SCH) pada Sabtu (22/8/2020) malam. Pisalin sendiri merupakan salah satu divisi usaha di bawah naungan Solopos dalam bidang fashion.

Manajer Pemasaran Toko Solopos, Nina Andriani, mengatakan jika dalam acara Walk Around Fashion Runway tersebut Pisalin menampilkan produknya yang terdiri dari lima baju batik dengan menggunakan lima model. 

"Kita bermain di batik dengan menggunakan kualitas yang premium. Nama kainnya primisima. Batik yang kita tampilkan sendiri merupakan batik cap. Kita kombinasikan dengan kain plain atau polos," ujar Nina, Sabtu (22/8/2020).

Fungsi dari kombinasi tersebut adalah untuk menampilkan kesan muda bagi si pemakainya. Tidak hanya itu, baju juga terkesan lebih dinamis walaupun menggunakan corak batik. 

Baca Juga: Mom, Ini Tips Masak MPASI Enak dan Bergizi: Karbo dan Protein Dipisah

Adapun, motif batik yang digunakan oleh Pisalin sendiri tidak hanya fokus motif batik yang berasal Jawa. Akan tetapi, Pisalin juga menggunakan kain asal Nusantara lainnya. Kain lokal tersebut dikombinasikan dengan motif pop agar terkesan dinamis dan fleksibel. Jadi, kesan yang ditampilkan tidak terkesan tua agar bisa dipakai dalam acara resmi maupun non formal.

"Jadi, kita bermain di corak-corak batu tersebut. Kita tidak juga main sekadar di ranah cutting atau hanya main potong kain batik, namun kami juga bermain di jahitan yang unfinishing. Artinya, batik itu kami gunting dan kami jadikan sebagai tempelan-tempelan, tidak hanya mengusung kain solo, tapi kami juga pakai kain asal Nusantara lainnya," terangnya.

Nina dan tim Pisalin sendiri menggunakan warna pink. Langkah tersebut diambil oleh Nina dikarenakan ia ingin menampilkan kesan muda bagi si penggunanya. Warna serba pink ditampilkan guna memberikan kesan agar erat dengan perempuan. 

Baca Juga: Tanpa Operasi dan Obat, Ini Cara Memperbesar Payudara

"Pisalin sebelumnya juga pernah mengikuti fashion show sekitar satu tahun yang lalu. Namun, setelah pandemi Covid-19 ini kan tidak ada kegiatan ya. Nah, ini kali kedua lagi kami mengikuti fashion show," ungkapnya.

Nina bertekad jika Pisalin tetap bisa berkarya walaupun di tengah pandemi Covid-19. Lima baju yang ditampilkan tersebut merupakan upaya Pisalin untuk tetap eksis di dunia fashion lokal. 

"Ikut fashion show di Jogja ini juga dalam rangka mengembangkan sayap kami ya. Kalau di Solo kan nama Pisalin sudah cukup dikenal. Nah, kami ingin memperkenalkan Pisalin ke masyarakat Jogja," terangnya.

Fashion show yang diinisiasi oleh SCH sendiri merupakan upaya dari manajemen untuk memperkenalkan desainer lokal yang sebetulnya mempunyai skill yang mumpuni dalam bidang fashion.