Penjelasan Terkait Radang Usus, Sakit yang Diderita PM Jepang Shinzo Abe

Radang usus
29 Agustus 2020 05:57 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe resmi mengundurkan diri dari jabatannya karena masalah kesehatan meski sisa jabatannya masih ada satu tahun lagi. Shinzo Abe memutuskan mundur karena ingin fokus sembuh dari sakit radang usus yang dideritanya.

Apa sebenarnya radang usus itu? Dikutip dari Halodoc,  

Penyakit radang usus adalah kondisi saat usus mengalami peradangan. Istilah ini merupakan sebuah wadah yang mengacu kepada dua jenis penyakit yang sama-sama menyebabkan peradangan pada usus yaitu penyakit kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

BACA JUGA : Pertokoan di Jepang Tutup dengan Sukarela meski Tidak Ada

Penyakit kolitis ulseratif merupakan peradangan yang bertahan lama dan menyebabkan ulster (luka) pada lapisan dinding usus besar kolon dan rektum. 

Sedangkan penyakit Crohn ditandai dengan adanya suatu peradangan pada dinding saluran pencernaan seseorang yang menyebar luas dan jauh hingga ke dalam jaringan yang terkena. Baik penyakit kolitis ulseratif maupun penyakit Crohn jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu dan komplikasinya mengancam nyawa.

Sedangkan dikutip dari klikdokter.com, ada beberapa penyebab sakit radang usus. Berikut beberapa di antaranya :

Infeksi

Infeksi yang paling sering menyebabkan radang usus adalah virus dan bakteri. Umumnya virus dan bakteri bisa masuk ke usus karena penderitanya mengkonsumsi makanan yang tidak bersih.

Autoimun

Gangguan daya tahan tubuh seperti pada penyakit Crohn dan colitis ulseratif bisa menyebabkan sel yang berperan pada sistem kekebalan tubuh malah menyerang saluran pencernaan dan menyebabkan peradangan.

Sumbatan pembuluh darah

Adanya sumbatan pembuluh darah (thrombosis) di usus menyebabkan sel-sel usus kekurangan oksigen dan mengalami peradangan. Kondisi sumbatan pembuluh darah ini umumnya disebabkan karena adanya tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang tidak ditangani dengan baik.

Efek samping obat

Ada beberapa jenis obat yang dapat mengiritasi saluran pencernaan, termasuk usus. Misalnya obat anti-nyeri, beberapa jenis obat untuk kanker, dan sebagainya.

Hingga kini, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan radang usus. Pengobatan dan penanganan yang dilakukan hanya untuk meredakan gejala yang muncul atau untuk mencegah kambuhnya gejala. Untuk gejala ringan, mungkin tidak diperlukan pengobatan. Biasanya, gejala ringan akan menghilang dalam beberapa hari. Selain meredakan gejala yang muncul, pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Penanganan yang dilakukan bisa berbentuk obat-obatan, terapi, maupun operasi.

Obat-obatan yang akan diberikan untuk mengatasi radang usus adalah:

Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS).

Obat ini biasanya akan diberikan pertama kali untuk mengatasi radang usus. Obat ini berfungsi mengurangi inflamasi yang terjadi. Obat yang biasanya digunakan adalah aminosalicylate dan kortikosteroid.

Obat imunosupresan

Obat ini berfungsi untuk menghalangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak atau membahayakan. Obat ini akan mengurangi inflamasi yang terjadi. Beberapa contoh obat imunosupresan adalah azathioprine, sikosporin, dan infliksimab. Bagi beberapa orang, kombinasi beberapa obat berfungsi lebih baik daripada hanya mengonsumsi satu jenis obat saja.

Antibiotik

Obat ini bisa diberikan sebagai tambahan dari obat-obatan lainnya, terutama apabila terjadi infeksi. Penderita kolitis ulseratif mengonsumsi antibiotik untuk mengendalikan infeksi yang terjadi. Contoh obat antibiotik yang umumnya digunakan adalah metronidazole dan ciprofloxacin.

Obat-obatan lain

Terdapat obat-obatan lain untuk mengatasi gejala yang muncul akibat radang usus selain terjadinya inflamasi. Tanyakan pada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat bebas yang bisa dibeli di apotek.

BACA JUGA : Waduh, di Masa Pandemi Malah Banyak Siswa di Jepang

Obat anti-diare, pereda rasa sakit, suplemen zat besi, suplemen vitamin, dan kalsium mungkin akan diberikan tergantung kondisi dan gejala yang muncul. Jika penanganan yang dilakukan untuk meringankan gejala radang usus tidak bisa membantu, prosedur operasi mungkin perlu dilakukan. Penderita kolitis ulseratif dengan gejala yang cukup parah biasanya tidak akan merespons penanganan dengan obat-obatan.

Operasi dilakukan untuk mengangkat bagian dari usus besar yang mengalami peradangan parah. Pada penderita penyakit Crohn, operasi dilakukan untuk mengangkat bagian yang sudah rusak dan menyambungkan kembali saluran pencernaan yang masih sehat. Setelah operasi, konsumsi obat-obatan perlu dilanjutkan untuk mencegahnya kambuh lagi

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia