Menurut Penelitian: Benjolan Merah Gatal pada Kulit Jadi Gejala Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
08 September 2020 16:07 WIB Novita Sari Simamora Lifestyle Share :

Harianjogja.com JAKARTA – Gejala Covid-19 utama yang telah dilaporkan adalah demam tinggi, batuk berkepanjangan, dan kehilangan indera penciuman dan perasa. Namun, penyakit yang disebabkan oleh virs SARS-Covs-2 ini juga dilaporkan bisa memengaruhi kulit.

Dilansir dari Express UK, Selasa (8/9/2020) salah satu gejala yang mungkin terkait dengan penyakit pandemi global ini adalah munculnya ruam baru pada kulit tanpa penyebab yang jelas.

Aplikasi Covid Symptom Study menunjukkan bahwa beberapa pasien yang positif terinfeksi virus corona baru itu mengalami ruam seperti cacar pada kulit mereka.

Dilaporkan bahwa ruam ini mungkin tampak seperti benjolan merah pada kulit dan kemungkinan besar terasa sangat gatal. Biasanya, ruam ini muncul di daerah punggung tangan dan kaki, beberapa kasus menunjukkan tanda itu bisa berkembang di seluruh bagian tubuh.

“Data dari studi gejala Covid menunjukkan bahwa karakteristik ruam kulit pada jari tangan dan kaki harus dianggap sebagai tanda diagnostik utama penyakit ini, dan dapat terjadi tanpa adanya gejala lain,” kata para peneliti yang terlibat dalam studi ini.

Mereka menemukan bahwa 8,8 persen orang yang melaporkan tes swab dan positif terinfeksi virus corona baru, mengalami ruam kulit sebagai bagian dari gejala yang ada. Para peneliti menyebut, biang keringat atau ruam jenis cacar air mungkin menjadi tanda infeksi.

“Area kecil, benjolan merah gatal yang dapat terjadi di mana saja di seluruh bagian tubuh. Akan tetapi, utamanya  terjadi di siku dan lutut serta punggung tangan dan kaki. Ruam dapat bertahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

Namun demikian, hanya karena seseorang memiliki tanda ruam baru hal itu tidak berarti bahwa dia mengidap virus corona baru. Para peneliti mengingatkan bahwa ruam sangat umum terjadi dan disebabkan oleh beberapa kondisi.

Para peneliti menyarankan agar orang yang memiliki ruam dan tidak hilang dalam 48 jam agar melaporkan ke fasilitas atau layanan kesehatan. Tanda ini lebih mungkin disebabkan Covid-19 jika disertai oleh peringatan umum lainnya.

Sumber : bisnis.com