Keren, Rumah Kecil di Sudut Jakarta Ini Berhasil Raih Penghargaan Internasional

Rumah Kecil di Sudut Jakarta
09 September 2020 06:27 WIB Nirmala Aninda Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Di tengah ketersediaan lahan yang semakin terbatas, membangun rumah memerlukan banyak ide dari pada arsitek dunia.

Karya-karya para arsitek ini bahkan dilombakan di Architizer Awards, sebuah ajang penghargaan arsitektur berskala dunia yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Tahun ini, terdapat 5,000 karya arsitektur yang datang dari lebih 100 negara di dunia.

Baca juga: Sedang Diuji Coba, Pengguna Facebook Bisa Melihat Stories Instagram

Salah satunya merupakah rumah desain konsultan arsitektur yang berbasis di Jakarta, Delution, yang diberi nama The Twins.

Dilansir melalui keterangan resmi perusahaan, The Twins memenangkan Architizer Awards untuk kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice.

Melalui proses voting terbuka, ada empat kandidat karya arsitektur dunia lainnya yang dapat dipilih oleh penikmat arsitektur sebagai karya favoritnya untuk menjadi rumah kecil terbaik pilihan publik dunia. Pihak Architizer Awards menyatakan mendapat lebih dari 400,000 vote untuk 115 kategori dari proses voting terbuka ini.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Dorong Masyarakat Merencanakan Keuangan

“Kami amat berterima kasih atas dukungan dan voting yang diberikan kepada kami kemarin. Semoga penghargaan ini dapat ikut membawa nama baik arsitektur Indonesia di mata dunia," ujar CEO Delution Muhammad Egha.

The Twins merupakan proyek yang dibangun pada tahun 2019 guna menjawab
permasalahan luas tanah kecil. Rumah unik yang berada di gang sempit ini memang mendapatkan perhatian yang tinggi dan menjadi inspirasi warganet sejak diperkenalkan melalui akun Instagram Delution.

Egha menjelaskan bahwa The Twins merupakan contoh nyata dari penerapan konsep rumah sehat, efisien dan realistis di salah satu kota terpadat di dunia yaitu Jakarta.

Rumah kecil yang terbangun di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, dengan lahan seluas 70 meter persegi ini, dirancang dengan skema rumah tumbuh yang selesai dalam tiga tahapan.

Tahapan pembangunan dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan dana dari sang pemilik rumah. Total dana yang dibutuhkan dalam pembangunan ini sebesar Rp400 juta.

Rumah ini juga didesain dengan metode konstruksi konvensional yang dapat dibangun secara mandiri dengan material lokal yang sangat mudah ditemukan.

“Kami berharap rumah ini dapat menjadi sebuah percontohan yang akan menjadi stimulus
bagi kemajuan wajah serta kualitas hidup perkampungan kota yang semula terabaikan.” kata Egha.

Selanjutnya, The Twins akan dipublikasikan bersama dengan karya pemenang Architizer Awards lainnya dalam sebuah buku kompendium berjudul ‘Architizer : The World’s Best Architecture’ yang diterbitkan oleh Phaidon, sebuah penerbit global untuk seni kreatif dunia.

Buku ini akan dirilis pada awal tahun 2021 dan akan menjadi sebuah referensi karya arsitektur terbaik dunia yang akurat.

Sumber : Bisnis.com