Pusing hingga Hilang Keseimbangan, Mungkin Anda Mengidap Penyakit Ini

Pusing - Boldsky.com
21 September 2020 14:37 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pernah merasa pusing hingga hilang keseimbangan? Jika ya, Anda sedang terserang vertigo.

Melansir Medical News Today, Senin (21/9/2020), vertigo bisa menjadi gejala penyakit tertentu. Penderitanya akan merasa kepala atau ruang di sekitarnya bergerak atau berputar.

Ketika vertigo datang, beberapa sensasi dapat dirasakan. Mulai dari kehilangan keseimbangan disertai pusing, mual dan muntah, telinga berdenging yang disebut tinnitus, perasaan penuh di telinga, sakit kepala hingga nistagmus yakni di mana mata bergerak tak terkendali biasanya dari sisi ke sisi.

Berbagai kondisi dapat menyebabkan vertigo, yang biasanya melibatkan ketidakseimbangan di telinga bagian dalam atau masalah dengan sistem saraf pusat (SSP).

Baca Juga: 2 Virus yang Dibawa Nyamuk Ini Dapat Memicu Stroke

Vertigo bisa dikarenakan labirinitis atau infeksi yang menyebabkan radang labirin telinga bagian dalam. Di dalam area ini adalah saraf vestibulocochlear. Saraf ini mengirimkan informasi ke otak tentang gerakan kepala, posisi, dan suara.

Selain pusing dengan vertigo, pengidap labirinitis mungkin mengalami gangguan pendengaran, tinitus, sakit kepala, sakit telinga, dan perubahan penglihatan.

Penyakit lain yang menyebabkan vertigo yakni neuritis vestibular atau kerusakan sistem vestibular yang mencakup telinga dalam dan otak. Mirip dengan labirin, tetapi tidak memengaruhi pendengaran seseorang. Neuritis vestibular menyebabkan vertigo yang mungkin menyertai penglihatan kabur, mual parah, atau perasaan tidak seimbang.

Kemudian kolesteatoma. Pertumbuhan kulit non-kanker ini berkembang di telinga tengah, biasanya karena infeksi berulang. Saat tumbuh di belakang gendang telinga, hal itu dapat merusak struktur tulang telinga tengah, menyebabkan gangguan pendengaran dan pusing.

Vertigo juga menjadi gejala penyakit Ménière. Penyakit ini menyebabkan penumpukan cairan di telinga bagian dalam, yang dapat memicu serangan vertigo dengan telinga berdenging dan gangguan pendengaran. Ini cenderung lebih umum pada orang-orang yang berusia antara 40 dan 60 tahun. Penyebab pastinya tidak jelas, tetapi mungkin berasal dari penyempitan pembuluh darah, infeksi virus, atau reaksi autoimun. Bisa juga karena faktor genetik.

Kemungkinan penyakit lainnya yakni benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Telinga bagian dalam mengandung struktur yang disebut organ otolith, yang mengandung cairan dan partikel kristal kalsium karbonat. Pada BPPV, kristal-kristal ini terlepas dan jatuh ke kanal berbentuk setengah lingkaran. Di sana, setiap kristal yang jatuh menyentuh sel-sel rambut sensorik di dalam cupula kanal setengah lingkaran selama gerakan.

Baca Juga: Jika Gebetan Anda Seorang Pecinta Alam, Ini 9 Hal yang Harus Diketahui

Akibatnya, otak menerima informasi yang tidak akurat tentang posisi seseorang, dan pusing berputar-putar terjadi. Orang biasanya mengalami periode vertigo yang berlangsung kurang dari 60 detik, tetapi mual dan gejala lainnya juga dapat terjadi.

Vertigo juga dapat terjadi ketika migrain, cedera kepala, operasi telinga, fistula perilimfatik atau ketika cairan telinga bagian dalam bocor ke telinga tengah karena robekan di salah satu dari dua membran antara telinga tengah dan telinga bagian dalam.

Bisa juga karena herpes zoster di dalam atau di sekitar telinga (herpes zoster oticus), otosklerosis atau ketika masalah pertumbuhan tulang telinga tengah menyebabkan gangguan pendengaran, sipilis, ataksia yang menyebabkan kelemahan otot, stroke atau serangan iskemik transien yang kadang-kadang disebut orang sebagai stroke ringan, dan penyakit serebelar atau batang otak.

Selanjutnya, neuroma akustik yang merupakan pertumbuhan jinak yang berkembang di saraf vestibulocochlear dekat telinga bagian dalam, sklerosis ganda. Istirahat di tempat tidur yang lama dan penggunaan beberapa obat juga dapat menyebabkan vertigo.

Sumber : bisnis.com