Hasil Studi: Sel Imun Sumsum Tulang Bermanfaat untuk Pengobatan Covid-19

Ilustrasi-Tes virus Corona - Antara
24 September 2020 21:07 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sel darah putih yang disebut monosit yang dilepaskan ke dalam darah dari sumsum tulang memiliki fitur abnormal pada orang yang memiliki Covid-19. Penemuan tersebut berdasarkan hasil studi baru oleh ahli imunologi Universitas Manchester di Lydia Becker Institute.

Tim dari konsorsium Coronavirus Immune Response and Clinical Outcome (CIRCO) mengatakan kelainan fitur abnormal itu lebih besar terjadi pada pasien dengan infeksi parah.

Dengan mengenali monosit abnormal lebih awal, dokter mungkin dapat memprediksi pasien mana yang lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit Covid-19 menjadi lebih parah.

Studi ini memberikan bukti terkuat bahwa monosit dapat menjadi target terapeutik penting untuk pengobatan COVID-19.

Masih belum jelas, kata tim tersebut, apakah monosit abnormal dilepaskan dari sumsum tulang atau jika perubahan terjadi setelah mereka masuk ke dalam darah.

Namun, perawatan yang mencegah pelepasannya dari sumsum tulang dapat membantu mengurangi respons imun berlebihan yang berkontribusi buruk pada pasien dengan Covid-19 parah.

Makalah dalam Science Immunology ini adalah yang pertama diterbitkan oleh konsorsium yang berbasis di The University of Manchester.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa monosit jenis sel darah putih terbesar, merupakan komponen penting di paru-paru selama infeksi dan berperan dalam perlindungan dan perbaikan.

Tim menganalisis lebih dari seratus sampel darah dari pasien COVID-19 yang dirawat di empat rumah sakit di Greater Manchester untuk mencari biomarker yang menandakan perkembangan penyakit parah di berbagai titik selama mereka tinggal di rumah sakit.

"Pekerjaan kami sekali lagi menyoroti pentingnya sistem kekebalan bawaan dalam COVID-19, kami sangat senang akhirnya dapat berbagi hasil penelitian kami dan berharap dapat lebih menginformasikan pengobatan untuk penyakit yang merusak ini," kata Dr. John Grainger, wakil direktur Lydia Becker Institute dan penulis senior studi tersebut.  

Konsorsium CIRCO mengumpulkan keahlian imunologi dari Lydia Becker Institute dengan dokter dan perawat penelitian di Salford Royal, Wythenshawe, North Manchester dan Manchester Royal NHS Trusts.

Sumber : bisnis.com