Beli Makanan di Masa Pandemi, Lebih Aman Pergi ke Toko Atau Minta Dikirim ke Rumah?

Sel virus Corona - Istimewa
29 September 2020 07:17 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Di masa pandemi, banyak benda yang perlu diwaspadai menjadi sarana penularan virus Covid-19. Para ahli menilai bahwa makanan tidak terlalu berisiko menjadi media penyebar virus corona.

Dengan mengikuti pedoman kesehatan seperti tidak menyentuh wajah dan rajin mencuci tangan, para ahli mengatakan pergi ke toko bahan makanan tetap aman, sama seperti meminta bahan makanan dikirim atau menyiapkan makanan untuk dikirim langsung ke rumah mereka.

Baca juga: Gara-Gara Covid-19 Klaster Arisan, Ratusan Keluarga di Kulonprogo Belum Terima Bansos Beras

“Orang tidak boleh terlalu khawatir jika mereka mencuci atau membersihkan tangan mereka setelah memegang produk sebelum menyentuh wajah,” ujar Dr. Niket Sonpal, seorang ahli penyakit dalam dan gastroenterologi yang berbasis di New York seperti dilansir dari Healthline, Senin (28/92020).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat dan lembaga kesehatan di seluruh dunia pun hingga kini tidak menemukan kasus yang terkait langsung dengan toko bahan makanan, belanja, atau pengiriman makanan.

Itu termasuk makanan yang berasal dari pabrik pengemasan daging di mana infeksi berskala besar dan fatal telah terjadi.

Baca juga: Arab Saudi Batasi Ibadah Umrah Hanya 3 Jam

CDC mengatakan risiko pengembangan Covid-19 dari makan atau menangani makanan masih patut dipertanyakan. Mereka juga mengatakan tidak ada kasus terkait penanganan makanan kemasan.

Apakah risikonya lebih tinggi saat menangani buah dan sayuran segar atau makanan lain?

CDC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan orang dapat terinfeksi Covid-19 dari penanganan makanan, bahkan buah dan sayuran segar.

WHO memang memperingatkan bahwa juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa teh herbal, probiotik, atau pengobatan lain, seperti makan jahe atau bawang putih, dapat mencegah Covid-19.

Akan tetapi karena kasus awal Covid-19 dikaitkan dengan pasar makanan laut segar di China, beberapa orang mungkin tetap skeptis terhadap makanan tertentu, terutama setelah beberapa penelitian menunjukkan bahwa virus dapat hidup dari salmon segar hingga seminggu.

Jadi, bersama dengan langkah-langkah keamanan pribadi, langkah-langkah keamanan pangan dasar penting untuk dijaga, seperti memasak daging dengan suhu yang sesuai.

CDC melaporkan bahwa 23 negara bagian telah melaporkan wabah Covid-19 di fasilitas pengolahan daging dan unggas, tetapi kasus-kasus tersebut dikaitkan dengan kondisi kerja. Seperti bekerja sama dengan rekan kerja hingga 12 jam, transportasi bersama ke dan dari tempat kerja, dan rekan kerja yang tinggal di perumahan bersama.

Tetapi untuk makanan segar, seperti buah-buahan dan sayuran, para ahli kesehatan mengatakan bahwa orang harus melakukan tindakan pencegahan yang sama seperti sebelumnya. Adapun yang terbaik adalah selalu mencuci makanan tersebut sebelum memakannya.

“Konsumen harus benar-benar mencuci produk segar dengan air keran dingin,” kata Dr. Daniel Devine, ahli penyakit dalam dan ahli geriatri bersertifikat dan salah satu pendiri Devine Concierge Medicine di Pennsylvania.

Sementara itu CDC merekomendasikan untuk tidak menggunakan sabun, alkohol, pemutih, atau pembersih lainnya untuk proses pembersihan. Untuk membersihkannya cukup dengan menggosok produk dengan sikat bersih dan membilasnya menggunakan air keran dingin.

Devine merekomendasikan agar orang-orang juga mengikuti pedoman CDC mengenai makanan kemasan, yang mencakup tidak menyeka karton atau kemasan plastik dengan disinfektan yang dirancang untuk permukaan keras, karena dapat mencemari makanan yang disimpan di dalamnya.

Tetapi para ahli mengatakan meski masih kecil kemungkinannya tertular virus corona dari makanan kemasan, perilaku manusia memang berperan dalam penularan virus.

"Jika seseorang menyentuh permukaan atau benda, termasuk makanan atau kemasan makanan, yang terdapat virus di atasnya, lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka, kemungkinan tertular Covid-19," tegasnya.

Sumber : Bisnis.com