Hati-Hati! Jangan Keceplosan Bilang Ini kepada Orang yang Masih Lajang

Ilustrasi - Pixabay
30 September 2020 19:07 WIB Krizia Putri Kinanti Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Bagi sebagian orang, hidup lajang dianggap sebagai sebuah pilihan. Namun dalam budaya timur, sepertinya hal tersebut tidak biasa dan bahkan tabu.

Saat seseorang masih sendiri di usianya yang lebih dari 30 tahun, banyak orang yang secara tidak langsung dan sengaja memberikan tekanan pada orang yang masih single tersebut untuk segera berpasangan.

Banyak juga dari mereka yang berusaha memberikan saran yang justru membuat si single makin tertekan.

Dikutip dari Times of India, Rabu (30/9/2020) berikut beberapa hal yang para lajang bosan mendengar dan sebaiknya Anda hindari untuk katakan pada mereka:

1. Anda akan bertemu "belahan hati" suatu hari nanti

Ada seseorang untuk semua orang. Anda hanya perlu melihat sekeliling dan menemukan belahan hati Anda.

Mungkin ucapan ini berusaha memberikan ketabahan. Tapi tidak semua orang ingin dinasehati atau bahkan cenderung dikasihani. Bisa saja melajang adalah pilihan hidup mereka.

2. Kapan Anda berniat untuk bertemu seseorang?

Tidakkah menurutmu kamu harus melihat seseorang sekarang? Bukan Anda yang menentukan kapan seseorang membutuhkan pasangan dalam hidupnya. Anda juga tidak bisa menjamin orang itu akan lebih bahagia ketika dia memiliki pasangan.

3. Bagaimana bisa kamu melajang? Kamu sangat cantik

Ucapan ini seolah menyangsikan bahwa jodoh dan pasangan itu tidak melulu soal penampilan. Tapi soal kenyamanan dan saat seseorang merasa yakin orang itu bisa menjadi pasangannya.

4. Menjodohkan

Saya akan mengenalkan Anda dengan rekan kerja saya. Dia imut, baik hati, dan lajang. Sama seperti kamu. Saya pikir kalian akan benar-benar cocok. Setop menjodohkan orang lain. Apalagi dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal.

5. Menyarankan aplikasi kencan

Ini adalah ide paling bodoh yang bisa Anda sarankan pada si lajang. Kencan buta di aplikasi akan membuat dirinya sudah tidak mampu mencari orang di dunia nyata. Biarkanlah dia menentukan siapa saja dan bagaimana hidupnya akan dijalani.

Sumber : bisnis.com