Caregiver Punya Peran Penting untuk Pasien Kanker, Ini 5 Tugasnya

Ilustrasi kanker paru - Istimewa
01 Oktober 2020 06:17 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pasien kanker membutuhkan beragam upaya untuk penyembuhan, termasuk dukungan dari orang yang ada di sekitarnya. Caregiver atau pendamping pasien kanker menjadi sosok penting. Tugas mereka tidaklah semudah yang dibayangkan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hematologi & Onkologi Medik, Cosphiadi Irawan, menyebut ada 5 tugas yang wajib dijalankan caregriver.

Pertama, caregiver harus menjadi jembatan informasi yang baik. Mereka wajib berkonsultasilah dengan dokter bagaimana memberikan informasi tentang kondisi dan target pengobatan pasien, efek samping, kapan harus dievaluasi, dan pengobatan selanjutnya.

Baca juga: Ini Kisaran Biaya Penanganan Medis Penyakit Jantung

Kematangan psikologis dari seorang caregiver sangat diperlukan, termasuk kemampuan untuk melakukan update dan memberikan informasi kepada pasien, dan menyampaikan kondisi penyakit sebenarnya kepada pasien sebagai orang yang menjalani dan merasakan efek samping maupun efek pengobatan.

"Dengan mengetahui rencana dokter, pasien akan merasa lebih paham dan tenang," ujarnya dalam diskusi yang diselenggarakan Pfizer Indonesia, Rabu (30/9/2020).

Kedua, caregiver harus menempatkan posisi sebagai teman curhat. Seorang pasien kanker metastatis menghadapi banyak tantangan terlebih satu tahun pertama setelah terdiagnosa, termasuk tantangan ekonomi maupun psikososial. Sebagai seorang teman, bersikaplah sabar dan penuh empati bagi pasien dalam kesehariannya, sehingga dapat menjadi tempat curhat pasien.

Baca juga: Bikin Ingin Cepat Sembuh, Begini Cara Dokter Reisa Yakinkan Pasien Covid-19

"Sebaiknya seorang caregiver tak mudah emosional. Pahami penyakit dan psikologi pasien, serta berikan semangat dan kemampuan perawatan dari segi penyakit, proses pengobatan, diagnosis dan sampai saat terminal selama berada di rumah," jelas Cosphiadi.

Ketiga, pilih dan sajikan informasi yang baik dan benar. Cosphiadi menjelaskan bahwa walaupun sudah memahami potensi hoaks, tetapi dalam kondisi tertekan atau depresi, seringkali pasien atau keluarga ingin mencari tahu untuk mendapatkan asupan yang lebih, seperti suplemen maupun obat-obatan alternatif tanpa adanya data-data ilmiah. Oleh sebab itu, seorang Caregiver harus bisa mengikuti informasi terkini dan mampu memberikan informasi yang benar kepada pasiennya.

Komunikasi antara dokter, perawat, dan caregiver sangatlah penting agar dapat memahami cara merawat yang efektif, menyampaikan informasi kepada pasien untuk terus berkonsultasi dengan dokter tentang opsi-opsi perawatan, dan terapi inovatif kanker yang tersedia guna meningkatkan kualitas hidup pasien

Keempat, caregiver harus mendorong pasien untuk bersosialisasi dengan kelompok support penyintas dan pasien kanker. Caregiver yang merupakan penyintas kanker yang sudah sehat kembali, sangat ideal untuk memberikan dukungan terhadap pasien karena punya empati dan telah merasakan atau menjalankan proses pengobatan.

Selain itu, pasien juga dapat didukung oleh psikolog, dan rohaniawan sesuai kepercayaan pasien. Kelima, masyarakat sekeliling juga berperan sebagai caregiver dengan memberikan semangat dan motivasi kepada pasien untuk meningkatkan kualitas hidupnya.  

Cosphiadi menjelaskan banyak keluarga menanyakan tentang seberapa besar kemungkinan sembuh bagi seorang pasien kanker payudara metastasis. Terkait sembuh, mungkin caregiver lebih pada mengontrol pertumbuhan sel tumor, memperpanjang masa kehidupan dengan meringankan penderitaan pasien dan meningkatnya kualitas hidupnya.

“Disinilah pentingnya peran Caregiver dan masyarakat di sekeliling pasien untuk saling mendukung,” ungkap Cosphiadi.

Sumber : Bisnis.com