Kak Seto: Anak TK Jangan Dipaksakan Menguasai Kurikulum

Seto Mulyadi. - Suara.com/Erick Tanjung
11 Oktober 2020 01:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Metode belajar jarak jauh kini menjadi metode belajar yang diadopsi hampir semua siswa sekolah di berbagai belahan dunia. Hal itu dikarenakan adanya pandemi Covid-19.

Namun, menurut psikolog anak Seto Mulyadi atau yang akrap dipanggil Kak Seto, anak usia dini atau yang masih belajar pada tingkat taman kanak-kanak (TK) tidak perlu dilibatkan dalam pembelajaran jarak jauh.

Menurut Kak Seto, proses pembelajaran jarak jauh yang kurang tepat justru bisa membuat mereka stres.

Untuk itu, Kak Seto pun berpendapat bahwa istilah "belajar dari rumah" sebaiknya diganti menjadi "belajar di rumah" bersama keluarga. Hal ini sebisa mungkin diterapkan pada anak-anak usia dini atau anak-anak TK.

"Saya menganjurkan jangan belajar jarak jauh, kenapa enggak belajar jarak dekat bersama dengan orangtua di rumah. Ada anak TK dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang menatap ke layar, akhirnya pusing tujuh keliling, akhirnya stres dan marah-marah, akhirnya malah benci belajar," kata Kak Seto dalam bincang-bincang virtual, Jumat (9/10/2020), dikutip dari Antara.

"Bukan belajar dari rumah, tapi belajar di rumah. Jadi materi pelajaran dari guru disampaikan ke orangtua, dan orangtua yang menyampaikan kepada anak-anak dengan gaya masing-masing, yang penting kompetensinya," ujar Kak Seto melanjutkan.

Ada lima inti penting dari kurikulum yaitu etika, estetika, ilmu pengetahuan, teknologi, nasionalisme, dan kesehatan. Kelima hal tersebut harus disampaikan dengan ramah, kreatif, dan penuh dengan rasa persahabatan kepada anak sehingga bisa mencapai hasil yang optimal.

"Anak usia dini diajak, 'Ayo belajar', nanti dia akan melawan. Tapi coba ganti dengan 'Ayo kita bermain'. Jadi bermain gembira karena dunia anak adalah bermain. Melalui bermain ya belajar, belajar etika soal sopan-santun, menghormati orang lain, bekerja sama," ujar Kak Seto.

Pada poin ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada anak secara bertahap sesuai dengan perkembangan usianya. Orangtua diharapkan tidak memaksakan anak untuk menguasai semua kurikulum pendidikan terlebih pada anak TK.

"Yang paling utama adalah suasananya gembira, dunia anak adalah bermain dan gembira. Kalau semuanya atas nama kurikulum, semua serba harus bisa, nanti tidak sesuai dengan kejiwaannya," kata Kak Seto.

Sumber : suara.com