Disebut Kuda Hitam, Ini Gejala Covid-19 yang Ditemukan Peneliti

Sel virus corona
12 Oktober 2020 19:07 WIB Syaiful Millah Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Virus corona baru dapat menginfeksi tubuh dalam sekejap, tetapi tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons hingga memperlihatkan gejala.

Para peneliti dari King’s College London telah menemukan apa yang disebut sebagai kuda hitam Covid-19.

Tanda-tanda dari penyakit pandemi yang paling umum adalah batuk terus menerus, suhu tinggi, dan hilangnya atau perubahan indera penciuman dan perasa. Namun, virus tersebut dapat menyebabkan dua tanda infeksi yang mengejutkan.

Memanfaatkan data dari aplikasi Covid Symptom Study, para peneliti telah mengumpulkan informasi tentang gejala yang paling banyak dilaporkan pasien. Bukti ini didasarkan pada timbulnya gejala dalam 7 hari pertama.

Dilansir dari Express UK, Senin (12/10/2020) para peneliti mengatakan dalam penyelidikannya bahwa mereka sibuk meneliti apa sebenarnya gejala awal dari Covid-19. Informasi tersebut akan sangat penting untuk membantu menghentikan penyebaran virus dalam beberapa bulan mendatang.

Untuk menjelaskannya, para peneliti mencatat bagaimana mengenali tanda-tanda Covid-19 lebih cepat dapat memungkinkan orang untuk melakukan isolasi mandiri. Mereka menambahkan bahwa ini bisa menghentikan penyebaran virus yang tidak disengaja.

Para peneliti menggambarkan adanya ‘kuda hitam gejala Covid-19’ yakni sakit kepala dan kelelahan, yang telah diidentifikasi sebagai tanda peringatan dini. Data mereka menunjukkan bahwa gejala awal yang paling umum adalah sakit kepala (82 persen) dan kelelahan (72 persen).

Mereka menambahkan ini benar untuk kasus dalam semua kelompok umur, hanya pengecualian 9 persen orang dewasa positif Covid-19 yang tidak mengalami tanda-tanda tersebut. Namun, para peneliti telah memperingatkan masyarakat bahwa dua gejala ini saja tidak mengindikasikan penyakit tersebut.

“Meskipun sakit kepala dan kelelahan umumnya ditemukan pada orang yang mengidap Covid-19, memiliki salah satu atau kedua gejala saja tidak lantas menjadikan seseorang sebagai pasien positif,” catat peneliti.

Mereka menegaskan bahwa sekitar 40 persen dari semua kelompok umur melaporkan adanya demam dalam 7 hari pertama. Demam, di samping batuk-batuk dan kehilangan indera penciuman atau perasa, merupakan salah satu gejala utama yang harus diperhatikan.

National Health Service (NHS) Inggris mengklarifikasi bahwa batuk terus menerus yang baru artinya mengalami batuk selama lebih dari 1 jam atau lebih dari tiga episode batuk dalam 24 jam. Bagi orang yang menderita batuk kronis karena kondisi lain, situasinya bisa lebih buruk.

Lembaga tersebut menyatakan kebanyakan orang dengan virus corona baru memiliki setidaknya satu dari gejala ini, yaitu demam, batuk, kehilangan atau perubahan indera perasa atau penciuman. Ini adalah gejala umum yang telah disepakati banyak lembaga kesehatan dunia.

Terkait dengan hal ini, para peneliti King’s College London menggencarkan nasihat bagi orang yang memiliki gejala klasik agar cepat melakukan tes Covid-19.

Sumber : Bisnis.com