Wahai Para Pengusaha, Tren Belanja di Masa Depan Ini Perlu Anda Ketahui

Perubahan yang paling terlihat adalah kegiatan usaha atau bisnis. Pemasaran dan penjualan yang biasanya dilakukan secara konvensional saat ini dilakukan melalui berbagai saluran digital, seperti media sosial dan aplikasi belanja online. - IM2
05 November 2020 07:07 WIB Nirmala Aninda Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Covid-19 menjadi bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya pada generasi modern. Karena itu, terdapat elemen yang menyulitkan untuk memprediksi perilaku konsumen saat pandemi berlanjut dan apa yang akan terjadi setelahnya.

Jika Anda ingat, sempat terjadi kepanikan yang meliputi penjualan tisu toilet, masker bedah, cairan pembersih tangan hingga disinfektan yang sekarang telah berangsur berakhir.

Namun, sejumlah perilaku konsumen di tengah pandemi yang diperkirakan akan terus berlanjut bahkan setelah virus berhasil ditangani.

Barang yang dikirim langsung ke rumah, menjadi salah satu perubahan dari cara belanja seseorang.

Dilansir melalui Entrepreneur, firma riset pemasaran global, Nielsen, melakukan investigasi terkait perilaku konsumen dan mengidentiikasi enam kebiasaan yang diperlilhatkan konsumen selama pandemi:

1. Pembelian dengan tujuan kesehatan untuk produk yang mempromosikan kesehatan dan kebugaran.

2. Peningkatan pada manajemen kesehatan mempengaruhi penjualan produk yang penting untuk menghindari virus dan perawatan kesehatan dalam pandemi (pembersih tangan, masker, dll).

3. Pembelian peralatan dapur serta produk makanan yang tahan lama mengalami peningkatan. Seperti penjualan mi instan yang meningkat hingga 578 persen, serta peningkatan pada jumlah pesanan belanja kebutuhan rumah tangga.

4. Lebih banyak pesanan online, lebih sedikit kunjungan toko, dan hambatan yang terjadi pada rantai pasokan.

5. Kebijakan pembatasan sosial diikuti dengan kekhawatiran kenaikan harga produk rumah tangga dan kegiatan belanja secara langsung berkurang.

6. Sementara konsumen berusaha untuk kembali normal, ada perubahan permanen yang ditandai dalam kebiasaan belanja mereka, seperti penimbunan yang dipertahankan, penggunaan e-commerce yang berkelanjutan, dan kesadaran kesehatan yang diperbarui.

Sebagian besar, pengeluaran diskresioner konsumen telah turun.

Alih-alih memanjakan diri mereka dengan barang baru, konsumen memiliki fokus pada barang-barang yang dianggap bernilai langsung seperti bahan makanan, perawatan kebersihan, pembersihan dan perlengkapan rumah, dan lain lain.

Di tengah pandemi seperti sekarang, pengecer online adalah pihak yang paling diuntungkan. Terlebih mereka yang menyediakan kebutuhan sehari-hari seperti Target, Walmart, Kroger dan Costco. Dalam kategori ini, konsumen membelanjakan jumlah yang sama - terkadang lebih.

Dengan beberapa negara kembali memberlakukan lockdown akibat kekhawatiran dari gelombang penyebaran virus lanjutan, , para ahli memperkirakan bahwa pengalaman sebelumnya pada kelangkaan dan ketidaksiapan akan berdampak pada psikologis konsumen di masa mendatang.

Bahkan ketika pandemi mereda, konsumen lebih cenderung untuk terus menimbun persediaan bahan makanan dalam jumlah yang lebih besar.

Sumber : bisnis.com