7 Tips Keuangan untuk Bertahan dan Menghadapi Resesi Ekonomi

Tips Keuangan. - Bisnis.com
06 November 2020 16:17 WIB Ika Fatma Ramadhansari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA –Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin Kamis (5/11/2020) mengumumkan pertumbuhan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 terkontraksi atau minus 3,49 persen secara tahunan (year on year/yoy). Artinya, Indonesia telah resmi berada pada masa resesi.

Keadaan resesi ini akan membuat Anda khawatir, tetapi perencana keuangan atau High Net Worth Planner TD Wealth Chris Gandhu mengungkapkan mungkin ini saatnya untuk mengambil langkah proaktif untuk bertahan dari resesi.

“Mengetahui bagaimana mempertahankan keuangan Anda mungkin merupakan langkah pertama dalam mengurangi kesulitan keuangan yang mungkin akan datang,” ungkap Gandhu dikutip dari Money Talk pada Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Indonesia Resesi, Rupiah Malah Menguat Jadi Juara Asia di Rp14.200-an

Sebelum membuat perubahan besar-besaran pada keuangan Anda atau mengabaikan dana pensiun Anda, Gandhu menyarankan untuk mendapatkan nasihat dari profesional. Sebagian besar portofolio dan rencana investasi jangka panjang dibuat untuk menahan skenario terburuk dan harus bangkit kembali seiring waktu.

Berikut adalah beberapa ide yang dia tawarkan agar bisa membantu Anda bertahan dari resesi:

1. Kendalikan Utang

Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada memiliki utang berbunga tinggi saat keuangan Anda sedang terjepit. Contohnya kartu kredit dan pinjaman gaji. Anda mungkin dapat meringankan sebagian utang dengan memiliki jalur kredit ekuitas rumah berbunga rendah atau HELOC.

Jika Anda memiliki rumah, mungkin masih bisa mendapatkan bantuan untuk menggabungkan utang Anda dan mengendalikannya.

2. Pangkas Pengeluaran yang Tidak Perlu dan Buat Anggaran

Fitur belanja online yang semakin praktis dan cepat saat ini membuat Anda kadang kehilangan kendali saat berbelanja. Namun jika keadaan berubah menjadi lebih buruk dan penghasilan Anda hilang atau bahkan berkurang, mungkin Anda akan lebih senang melihat uang tersimpan di tabungan Anda.

Baca juga: Dampak UU Cipta Kerja untuk Sektor Industri Belum Segera Terlihat

Pertimbangkan untuk menyusun anggaran bersama untuk memeriksa berapa banyak uang masuk, berapa yang keluar, dan apa prioritas jangka pendek dan jangka pajang Anda. Dengan melakukan ini Anda akan lebih bijaksana untuk megeluarkan uang.

Merencanakan, menganggarkan, dan menabung sekarang mungkin akan membawa Anda dalam kondisi yang lebih baik jika situasi memburuk.

3. Siapkan Uang Tunai dan Simpan Jika Anda Bisa

Tergantung pada situasi Anda, memasukkan uang tambahan ke rekening tabungan berbunga tinggi dapat memberi Anda tempat untuk berpaling jika Anda menghadapi pengeluaran tak terduga, seperti tagihan perbaikan rumah atau mobil.

Jika Anda sangat membutuhkan uang tunai, salah satu langkah yang dapat Anda lakukan adalah menarik uang dari Rekening Tabungan Bebas Pajak atau TFSA.

4. Perlakukan Kredit Anda Seperti Emas

Jika Anda memiliki skor kredit yang bagus dan beban utang yang rendah, Anda akan berada dalam posisi untuk mendapatkan suku bunga pinjaman yang lebih disukai jika membutuhkannya.

Anda bisa menjaga skor kredit Anda tetap sehat dengan membayar semua tagihan tepat waktu jika tidak bisa secara penuh.

5. Tinjau Kembali Rencana Pensiun Anda

Jika Anda medekati masa pensiun dan tabungan Anda melemah di pasaran, Anda bisa mempertimbangkan kembali rencana pensiun Anda.

Bisa dengan menambah masa kerja dari yang Anda rencakan, atau merencanakan menabung lebih agresif, atau juga memperkecil ekspektasi gaya hidup Anda saat pensiun.

6. Jadilah Bintang di Tempat Kerja

Gaji tetap dapat membuat perbedaan saat ini, jadi pastikan Anda penting di pekerjaan. Jika Anda merasakan saat ini, begitu juga atasan Anda.

Sekarang adalah waktu yang tepat menjadi karyawan yang membantu memecahkan masalah mereka dan membimbing mereka ke masa-masa yang lebih baik.

7. Lanjutkan Pendidikan Anda dan Tingkatkan Keterampilan

Jika waktu memungkinkan, tingkatkan resume Anda dan lihat bagaimana Anda dapat mengasah keterampilan Anda dan membuat diri Anda lebih berharga di kantor atau bagi calon pemberi pekerjaan.

Ini bisa berupa pelatihan formal bersertifikat untuk pekerjaan Anda atau mungkin pembelajaran yang lebih santai di internet.

Sumber : Bisnis.com