Kehilangan Kemampuan Penciuman Pasti Terinfeksi Covid-19?

Tes swab untuk memeriksa virus corona (Covid-19) di rongga hidung. - istimewa
10 November 2020 11:57 WIB Krizia Putri Kinanti Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Ada beberapa pasien yang sebelum dinyatakan positif Covid-19, ia mengalami gejala anosmia atau hilangnya kemampuan indra penciuman. Gejala ini menjadi sorotan di kalangan masyarakat maupun medis. Namun sebetulnya tidak semua anosmia selalu Covid-19.

Hiposmia adalah berkurangnya kemampuan untuk mencium bau. Kondisi yang berhubungan dengan hiposmia adalah anosmia, yaitu suatu keadaan di mana tidak ada satu bau pun yang dapat dicium

Dokter Tri Hedianto, spesialis THT mengatakan bahwa untuk dapat mencium bau tertentu terdapat dua hal yang harus diketahui yakni tidak terdapat hambatan udara pada rongga hidung dan fungsi saraf penghidu baik.

Baca juga: Jubir Covid-19: Pengalaman Libur Panjang, Kasus Positif Aktif Covid-19 Rendah

Gangguan konduksi atau hantaran udara pada rongga hidup disebut anosmia konduksi, sementara gangguan sensorineural atau saraf penghidu (olfaktoria) disebut juga anosmia sensorineural.

“Penurunan fungsi penciuman akibat hantaran dapat diakibatkan karena penyakit pilek, rinosinusitis, polip hidung, tumor hidung, bahkan karena tulang hidung yang bengkok.

Penurunan fungsi saraf penciuman [olfaktori] juga tidak semata-mata karena Covid-19, faktor penyebab lainnya adalah trauma seperti kecelakaan, infeksi saluran pernapasan atas, penyakit bawaan lahir, bahkan karena keracunan bahan kimia,” tuturnya dalam edukasi kesehatan di Instagram @trihedianto, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Turunkan Risiko Kanker dengan Mengkonsumsi 7 Makanan Ini

Virus penyebab anosmia juga bukan hanya virus Covid-19, ada beberapa virus lain seperti rotavirus dan influenza yang dapat menyebabkan anosmia. “Namun, apabila kalian tiba-tiba mengalami anosmia di era pandemi sekarang, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat. Apabila belum melakukan pemeriksaan rapid test maupun PCR untuk Covid-19 wajib isolasi mandiri selama 7 hari,” katanya.

Sumber : bisnis.com