Psikolog: Anak Masuk SD Tidak Harus Bisa Baca Tulis

Ilustrasi. - Freepik
17 November 2020 22:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kemampuan baca tulis bagi anak yang baru masuk SD bukan suatu kewajiban.

Orang tua sebaiknya tidak memaksakan anak lancar membaca, menulis, dan berhitung saat akan masuk ke Sekolah Dasar atau SD. Menurut psikolog anak Dr. Rose Mini A.P. M. Psi., orangtua sebaiknya menyiapkan anak bisa menjalankan tugas perkembangan dengan baik.

"Sebetulnya anak masuk SD gak dilihat bisa baca atau menulis. Tapi motorik halusnya. Bisa buka kancing sendiri gak, nanti bisa pasang sendiri lagi atau tidak. Coba bisa gak sisir rambutnya sendiri," tutur psikolog yang akrab disapa Bunda Romi itu dalam webinar bersama Kodomo Challange, Selasa (17/11/2020).

Menurut Bunda Romi, anak bisa baca, tulis, dan berhitung sebelum masuk SD hanya bonus. Orang tua diminta jangan terobsesi membuat anak bisa melakukan hal tersebut sebelum tugas perkembangan anak tercapai.

"Jadi kesiapan sekolah dasarnya adalah mencapai tugas perkembangannya. Bukan harus bisa menulis, baca, berhitung. Tapi kalau bisa itu bonus. Jadi ortu jangan obsesi bisa baca tulis berhitung. Setiap anak berbeda. Kalau sudah siap silakan simulasi. Kalau belum siap jangan dipaksa," ujarnya.

Namun diakui Romi, ada beberapa sekolah yang mensyaratkan siswa SD sudah mampu membaca dan menulis sejak awal. Ia menyarankan sebaiknya orangtua memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan anak.

Terpenting menurutnya, orangtua memberikan simulasi kepada anak untuk mengasah kemampuan motoriknya. Daripada fokus dengan kemampuan baca dan menulis, Romi membagikan daftar aspek kesiapan anak untuk masum Sekolah Dasar di antaranya:

Motorik kasar
1. Bisa duduk tegak
2. Bisa berjalan lurus dan bervariasi
3. Berlari
4. Melompat

Motorik halus
1. Dapat memegang pensil dengan baik
2. Bisa menggambar orang dengan lebih rapi
3. Bisa makan sendiri
4. Bisa menulis angka
5. Mengenal warna dasar
6. Menggunting

Bahasa
1. Bisa menjelaskan nama, alamat, anggota keluarga dengan jelas
2. Bercerita mengenai keadaan di rumah, sekolah, permainan
3. Menjawab pertanyaan
4. Menyanyikan lagu


Kognitif
1. Mengenal warna
2. Mampu menerangkan mengenai sesuatu
3. Bisa membedakan bentuk
4. Dapat mengelompokkan benda

Sosial emosional
1. Bisa berkonsentrasi lebih dari 15 menit
2. Tidak terlalu bergantung orangtua
3. Menghargai perbedaan dengan orang lain
4. Bisa bermain secara interaktif
5. Bila diberitahu sesuatu bisa mengerti

Kemandirian
1. Bisa mandiri sendiri
2. Makan sendiri
3. Toilet learning
4. Mulai dapat teratur dengan rutinitas

Sumber : Suara.com