Psikolog: Bermain Adalah Cara Belajar Paling Alami untuk Anak

Ilustrasi. - Ist/Freepik
18 November 2020 11:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Psikolog anak Rose Mini A.P. mengungkapkan bermain tidak hanya menjadi dunia yang menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga jadi medium untuk belajar paling alami, terutama bagi anak usia prasekolah.

"Anak itu senang sekali main. Didasari tidak keterpaksaan dan merupakan cara belajar paling alami. Jadi kalau anak 'Adek, ini duduk sini, legonya sudah di sini ya, harus main!, itu namanya bukan bermain. Kalau bermain artinya dia harus milih sendiri," tutur psikolog yang akrab disapa Bunda Romi itu dalam webinar bersama Kodomo Challenge, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Bersiap Liburan Natal? Ini Lokasi Wisata Penuh Keindahan

Lewat bermain, anak juga menambah wawasan, kemampuan, dan membentuk perilaku anak. Sehingga, sebaiknya anak dibiarkan saat menggunakan benda-benda yang ada di rumah sebagai media bermain, kata Bunda Romi. Sebab, aktivitas itu bisa merangsang daya kreatif anak.

Ia juga menyampaikan bahwa anak usia dini memiliki keunikan dengan cara berpikirnya yang masih konkret dan rasa ingin tahu besar. Mereka juga sangat senang berimajinasi.

Baca juga: Stres? Coba Saja Tata Ulang Benda di Rumah

"Anak usia dini itu unik banget. Pikirannya masih konkret. Jadi jangan sampai bilang 'Adek, ada pensil bisa digunakan untuk menulis', tapi tidak ditunjukan bendanya seperti apa. Otak anak hanya bisa menerima sesuatu yang konkret, ada wujudnya," jelas Bunda Romi.

"Kemudian, anak juga punya rasa ingin tahu yang besar. Itu yang menyebabkan semua barang di rumah berantakan. Dan suka berfantasi dengan imajinasi. Pura-pura masak-masakan, suka pakai sepatu hak tinggi, main mobil-mobilan pakai panci. Itu perlu untuk usia dini," lanjutnya.

Lewat bermain, orangtua juga bisa mengajarkan logical mathematical. Bunda Romi menjelaskan bahwa mengajarkan anak matematika logika tidak selalu dengan berhitung. Anak bisa diajak bermain dengan mengelompokkan mainannya berdasarkan warna, ukuran, atau pun jenisnya.

"Dasarnya seperti itu dulu. Belajar bilangan banyak, sedikit, kurang," tuturnya.

Sumber : Suara.com