Bahaya! Hindari Cat Rambut saat Hamil

Ilustrasi. - Freepik
19 November 2020 07:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Saat masa kehamilan, kegiatan mewarnai rambut sepertinya harus benar-benar dipertimbangkan.

"Pewarna rambut sering kali mengandung banyak bahan kimia, termasuk amonia, paraben, ftalat, dan hidrogen peroksida," kata Kimberly Lang don, MD, OB-GYN di Medzino pada Insider.

Melansir Suara.com--jaringan Harianjogja.com dari Insider, sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa adanya risiko neuroblastoma (sejenis tumor jaringan saraf) yang cukup tinggi pada anak-anak dari 538 ibu yang menggunakan pewarna rambut selama kehamilan.

Pewarna rambut sementara memiliki risiko neuroblastoma yang lebih kuat daripada pewarna rambut permanen.

Sebuah studi tahun 2014 juga menemukan hasil yang serupa, tetapi para peneliti dari kedua studi tersebut menyatakan bahwa harus ada penyelidikan lebih lanjut.

Sementara studi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa pewarnaan rambut saat hamil juga meningkatkan risiko perkembangan tumor sel germinal testis pada anak laki-laki.

Meskipun studi tahun 2018 tidak menemukan kaitannya, studi tahun 2020 menemukan tumor sel germinal testis lebih sering terjadi pada anak-anak dengan ibu yang terpapar bahan kimia sintetis dalam makanan panggang dan pewarna rambut saat hamil.

Meskipun begitu, sebuah studi American College of Obstetricians and Gynecologists menyatakan bahwa pewarnaan rambut selama kehamilan tidak beracun jika dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

"Tunggu sampai setelah trimester pertama untuk mewarnai rambut Anda," kata Lauren Demosthenes, MD, direktur medis senior di Babyscripts.

"Trimester pertama adalah saat bayi yang belum lahir berkembang pesat, jadi ini adalah waktu yang ideal untuk berhati-hati. Setelah trimester pertama, risiko bahaya pada bayi Anda jauh lebih kecil," imbuhnya.

Untuk mewarnai rambut Anda bisa menggunakan pewarna nabati seperti henna dan jangan sekali-sekali melakukan pewarnaan jika ada luka di kepala.

Sumber : suara.com