Ini Alasan Karyawan Keluar dari Pekerjaan. Anda Juga Mengalaminya?

Ilustrasi - Wisegeek
20 November 2020 03:37 WIB Yudi Supriyanto Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Banyak alasan yang membuat seorang karyawan memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya. Namun sebagian besar alasan bukanlah karena perusahaan tidak cukup baik atau produktif.

Human Resources dan perusahaan memutar otak mereka mencoba mencari tahu mengapa karyawan mereka berhenti. Hasilnya, penyebab seorang karyawan berhenti tergantung pada pola pikir individu tentang pilihan karir atau pendapat pribadi mereka.

Jika sesuatu bertentangan dengan ideologi mereka, maka kondisi itu merupakan penyebab paling sering seorang karyawan mengundurkan diri. Dilansir dari Times of India, berikut alasan -alasan orang yang berhenti dari pekerjaannya:

1. Penghargaan

Seorang karyawan dengan jabatan humas memilih berhenti dari tempat kerjanya lantaran atasannya tidak menghargai jerih payah yang dilakukannya. Padahal, dalam proyek terakhir, dirinya memberikan kontribusi atas sukses besar yang didapatkan perusahaan.

Lebih parah lagi, atasan karyawan tersebut meremehkan dirinya di depan semua orang setelah presentasi.

“Hari itu, saya menyadari bahwa tidak ada yang pernah saya lakukan, yang akan membuat bos saya terkesan," katanya  

2. Kepercayaan

Seorang karyawan IT keluar dari tempat kerjanya karena dia tidak mendapat kepercayaan dari manajernya.

Menurut karyawan tersebut, kepercayaan antara karyawan dan manajer adalah hal terpenting yang harus dihormati. Supervisor karyawan IT tersebut selalu mengabaikannya.

Dirinya harus selalu mendapatkan persetujuan dari mereka dan juga mempertanyakan setiap gerakan yang dilakukannya.

"Saat bergabung, saya diberi tahu, kepercayaan antara karyawan dan manajer adalah hal terpenting yang harus dihormati. Dimana kepercayaan disini ?!” katanya.

3. Ingin Berkembang

Insinyur elektro sebuah perusahaan memilih untuk berhenti lantaran frustasi dengan pekerjaan yang dikerjakannya. Bukan karena tidak bisa, dirinya merasa tidak diberi kesempatan untuk berkembang dengan mengerjakan pekerjaan yang sama selama 3 tahun terakhir.

"Tidak ada satu pun perubahan tugas atau tanggung jawab. Saya merasa seperti saya diremehkan. Meskipun saya mencoba menjadi sukarelawan untuk proyek yang berbeda, saya harus terus melakukan hal yang sama berulang kali. Ini benar-benar membuat frustrasi. Saya benar-benar ingin berkembang sepanjang pekerjaan saya, Anda tahu!" katanya.

4. Pemenuhan Hak Karyawan

Seorang event manager memilih berhenti setelah mendapatkan tekanan kerja di kantor yang sangat besar sepanjang tahun.

Bukan hanya tentang itu, dia juga harus lembur 5 hari seminggu dalam 6 hari kerja, dan mendapatkan hak libur adalah hak istimewa yang langka baginya. "Saya berhenti dari pekerjaan setelah satu setengah tahun," katanya.

5. Tempat Kerja Sangat Beracun

Directorial Management sebuah perusahaan memilih berhenti dari tempat kerjanya lantaran sudah menjadi sangat beracun baginya.

Rekan-rekannya mulai berkomplot untuk melawan dirinya karena tiba - tiba bekerja dengan baik, beberapa bahkan berasumsi bahwa dia mendapatkan bantuan dari bos untuk keuntungannya sendiri.

"Saya merasa sangat rendah diri dan akhirnya meninggalkan pekerjaan karena saya membutuhkan ketenangan pikiran dalam pekerjaan," katanya.

6. Tidak Aman

Koordinator bisnis sebuah perusahaan akhirnya memilih untuk berhenti setelah mengetahui beberapa karyawan papan atas perlahan-lahan mengundurkan diri lantaran kondisi perusahaan tidak aman.

“Saya orang baru saat itu. Namun, setelah 3 bulan saya bergabung, saya mulai memperhatikan bahwa beberapa karyawan papan atas perlahan-lahan mengundurkan diri. Itu membuat saya khawatir karena saya pikir perusahaan itu baik-baik saja selama setidaknya satu tahun. Saya mencoba bertanya kepada beberapa rekan saya tentang hal itu dan mengetahui bahwa mereka dipecat satu demi satu karena ketidakamanan pekerjaan. Saya berhenti bulan depan," katanya.

Sumber : bisnis.com