Gara-Gara WFH Selama Pandemi Covid-19, Banyak Karyawan Enggan Kembali ‘Ngantor’

Ilustrasi work from home - istimewa
20 November 2020 11:47 WIB Amanda Kusumawardhani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA –Kaspersky dan Censuswide melakukan survei terhadap 8.076 karyawan bisnis kecil-menengah di sejumlah negara antara lain Brazil, Belgia, Cina, Prancis, Jerman, Jepang, Luksemburg, Malaysia, Meksiko, Belanda, Rusia , Spanyol, Afrika Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat pada Oktober 2020.

Hasilnya, hampir tiga perempat karyawan atau 74 persen responden menyatakan keengganannya untuk kembali ke cara kerja sebelum pandemi Covid-19.

Berdasarkan penelitian yang berjudul ‘Securing the Future of Work’, para pekerja di seluruh dunia kini dapat membentuk masa depan bisnis sesuai keinginan mereka, baik itu menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang yang dicintai (47 persen), menghemat uang (41 persen), atau bekerja dari jarak jauh (32 persen).

Saat dihadapkan dengan beban kerja jarak jauh yang sangat besar, para pemimpin bisnis kini harus cepat beradaptasi demi menjaga bisnis tetap aman dan tangguh. Sebaliknya, para karyawan menggunakan momen perubahan ini sebagai kesempatan untuk menilai kembali prioritas mereka.

Penelitian ini juga mengungkap para karyawan menjunjung budaya kerja yang lebih gesit, akomodatif, dan manusiawi. Hal ini ditunjukkan dengan hampir dua dari lima karyawan (39 persen) ingin meninggalkan sistem bekerja 9 to 5 (pukul 09.00-17.00).

Keinginan untuk meninggalkan sistem bekerja 9 to 5 ini bahkan lebih besar untuk mereka yang berusia 25-34 tahun (44 persen). Hal ini mengindikasikan bahwa tren ini sedang berkembang dan sekitar sepertiga (32 persen) responden ingin mengakhiri sistem bekerja lima hari dalam seminggu.

“Kita akhirnya dihadapkan dengan momen yang menentukan, dan ini sangat menarik. Jelas pandemi ini telah mempercepat transformasi digital dan sekaligus memadukan kehidupan kerja dan pribadi kita. Apa yang sekarang kami lihat adalah bahwa karyawan memanfaatkan teknologi untuk memiliki masa depan baru,” kata Chief Business Officer Kaspersky, Alexander Moiseev, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya, perusahaan sekarang memiliki mandat untuk melakukan penyesuaian dan merombak tempat kerja modern menjadi sesuatu yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mudah dibentuk.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa hampir sepertiga (32 persen) karyawan melihat bahwa sistem bekerja jarak jauh menjadi manfaat terbesar ketiga yang muncul sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Sumber : Bisnis.com