Tak Hanya Pasien, 85 Persen Dokter Petugas Covid-19 Alami Gangguan Psikologis

Dokter di rumah sakit darurat COVID-19 RS Pertamina Jaya Jakarta menggunakan alat pelindung diri (APD). - Antara/M. Risyal Hidayat
25 November 2020 13:07 WIB Oktaviano DB Hana Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Di masa pandemi Covid-19, tenaga kesehatan (nakes) memiliki risiko tinggi karena menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan pasien terkonfirmasi positif. Survei Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan 85 persen dari seluruh dokter yang masih bertugas menangani Covid-19 mengalami gangguan psikologis. 

Hal itu terungkap dari akun Isntagram @pandemictalks, Selasa (24/11/2020). Tekanan psikologis itu timbul lantaran kelelahan hingga taruhan nyawa karena tertular Covid-19 selalu membayangi para dokter.

Baca juga: Antisipasi Kasus Covid-19 saat Libur Akhir Tahun, Sleman akan Perketat Prokes

“Kondisi saat ini merupakan masa-masa sangat kritis dan ironis. Karena di saat sistem kesehatan hampir ambruk, pihak pemerintah dan sebagian masyarakat seolah menormalisasi kondisi wabah saat ini dengan membiarkan para nakes mengalami tekanan dan bahkan manambah risiko kematian mereka akibat wabah,” tulis akun instagram tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap menyadari bahwa virus Corona masih ada, dan berempati kepada para tenaga kesehatan dengan terus menjalanlan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), serta mengawal pemerintah untuk meningkatkan 3T (testing, tracing, treatment).

Survei Tim Mitigasi IDI juga melaporkan sudah 168 dokter yang meninggal akibat menangani Covid-19. Mayoritas dokter yang gugur itu merupakan dokter umum.

Laporan per 20 November 2020 itu menyebutkan 87 orang merupakan dokter umum. Empat dokter di antaranya adalah guru besar.

Baca juga: Ingin Sehat, Ini Waktu yang Tepat Minum Air Putih

Sementara itu, 79 dokter spesialis dengan enam di antaranya guru besar meninggal dalam tugas pelayanan saat pandemi, sedangkan dua dokter yang meninggal dunia merupakan dokter residen.

Berdasarkan wilayah, jumlah dokter yang meninggal terbanyak tercatat berada di Jawa Timur yakni sebanyak 36 dokter. DKI Jakarta menyusul dengan jumlah dokter yang gugur sebanyak 27 orang.

Selain itu, IDI melaporkan ada 24 dokter yang meninggal di Sumatra Utara, 12 dokter di Jawa Barat, dan 12 lainnya di Jawa Tengah.

Survei itu juga menyebutkan bahwa mayoritas dokter yang meninggal adalah laki-laki dengan persentase 87 persen atau 146 dokter dan sisanya 13 persen atau 22 dokter adalah perempuan.

Dari keseluruhan dokter yang meninggal akibat Covid-19 belum lama ini termasuk di antaranya Ketua Tim Percepatan Partisipasi Masyarakat Penanggulangan Covid-19 PB IDI Andrianto Purnawan yang meninggal dunia pada Rabu (18/11/2020) di RS Soetomo, Surabaya karena Covid-19 pada usia 38 tahun.

Sebelum menjadi Ketua Tim Percepatan Partisipasi Masyarakat Penanggulangan Covid-19 PB IDI, Andrianto yang mengambil spesialisasi bedah saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu tercatat sebagai anggota bidang hubungan lembaga pemerintah dan media massa PB IDI periode 2019-2021.

Sumber : Bisnis.com