Ngeri, Ini Dampak Buruk Narkoba bagi Kesehatan Reproduksi Pria

Ilustrasi sabu-sabu. - Ist/Antara
06 Desember 2020 10:47 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Penyalahgunaan narkoba membawa dampak buruk bagi kesehatan reproduksi pria maupun wanita dalam beberapa cara. Narkoba juga bisa menyebabkan masalah serius seperti penyakit menular seksual (PMS), infertilitas, dan kanker.

Pada wanita, narkoba dan alkohol bisa menyebabkan komplikasi terkait kehamilan. Sedangkan pada pria, mereka mungkin mengalami satu atau lebih masalah reproduksi akibat penggunaan narkoba dan alkohol.

Karena itu dilansir dari Drug Abuse, pria dan wanita sangat perlu memahami efek narkoba pada sistem reproduksinya.

1. PMS dan infeksi lain

Penyalahgunaan narkoba dan alkohol bisa membuat pria berisiko lebih tinggi tertular PMS. Kondisi ini terjadi karena penurunan hambatan terkait dengan penggunaan narkoba.

Alkohol juga bisa menekan sistem kekebalan yang membuatnya lebih mudah tertular PMS. Pria yang menggunakan narkoba intravena dan berbagi jarum suntik sangat berisiko tertular HIV/AIDS, hepatitis dan penyakit yang ditularkan melalui darah.

2. Kesuburan

Penggunaan narkoba bisa menyebabkan masalah kesuburan pada pria. Pria yang menggunakan mariyuana dan kokain bisa mengalami perubahan kadar hormon yang bisa mempengaruhi pergerakan sperma dan menyebabkan kemandulan.

Steroid anabolik juga berbahaya bagi kesuburan pria. Obat peningkat kadar testosteron dalam aliran darah juga bisa menyebabkan testis menyusut dan menghasilkan lebih sedikit sperma.

3. Disfungsi seksual

Pria yang menggunakan narkoba dan alkohol bisa mengalami masalah gairah seksual. Konsumsi alkohol dalam jumlah kecil bisa menurunkan hambatan yang terlihat seperti meningkatkan keinginan untuk aktivitas seksual.

Tapi, alkohol adalah depresan sistem saraf pusat, yang artinya memperlambat tubuh dan otak sehingga menyebabkan disfungsi ereksi.

Demikian pula, pria yang menggunakan metamfetamin juga mungkin awalnya merasakan manfaat seksual, seperti gairah meningkat. Seiring waktu, penggunaan metamfetamin dan kokain bisa menyebabkan disfungsi ereksi dan orgasme tertunda.

Sumber : suara.com