Catat Moms! Ini Hal Penting dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Webinar 1000 HPK
18 Desember 2020 02:37 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Orang tua perlu mengetahui bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak. Pada masa ini, ibu memiliki peranan penting dalam memberikan tiga kebutuhan dasar anak dalam hal asah, asih dan asuh.

dr. Miza Afrizal, BMedSc, SpA, MKes selaku Dokter Anak dari Klinik Kecil menjelaskan perkembangan massa otak 70-80% terjadi pada 1000 HPK, yang dimulai sejak anak masih dalam kandungan.

Itu sebabnya, masa kritis pertumbuhan seorang anak sangat ditentukan pada masa 1000 HPK, dimana milestone untuk anak harus terbentuk dengan baik pada masa ini. Banyak hal yang menentukan keberhasilan 1000 HPK, mulai dari nutrisi, stimulasi, dan tentunya bonding orang tua dan anak sejak masih dalam kandungan.

"Tidak hanya bermanfaat untuk tumbuh kembang, bonding yang kuat juga diperlukan bayi untuk membuatnya tenang saat menghadapi lingkungan baru di luar kandungan.” ujarnya dalam webinar “Zwitsal 1000 Hari Pertama Si Kecil” yang digelar hari ini, Kamis 17 Desember 2020.

Sementara itu, Nadya Pramesrani, M.Psi., selaku Psikolog Rumah Dandelion mengatakan peran ibu dalam HPK sangatlah penting. Menurutnya, dalam menjalani 1000 HPK, Ibu dihadapkan dengan berbagai macam tantangan seperti perubahan fisik, hormon, emosional, tuntutan lingkungan terdekat akan konsep parenting hingga derasnya berbagai informasi yang perlu disaring sesuai kebutuhan diri.

Padahal penting bagi Ibu untuk menjaga kesehatan mentalnya melalui psikoedukasi parenting dalam mengasuh si kecil, agar kualitas bonding antara Ibu dan anak menjadi optimal selama 1000 HPK.

Maulani Affandi selaku Head of Skin Cleansing and Baby Unilever Indonesia mengatakan Zwitsal menggandeng berbagai partner dan expert di bidangnya seperti Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoci), Hallo Bumil, Rumah Dandelion, Klinik Kecil dan MRA Media,  untuk mewujudkan komitmen bagi para Ibu di Indonesia mendukung 1.000 HPK.

"Kami menghadirkan acara Zwitsal 1000 Hari Pertama Si Kecil yang dikemas secara online dengan menghadirkan berbagai ahli di bidangnya dan membahas berbagai topik seputar psikoedukasi parenting agar Ibu dapat menjalani 1000 HPK secara optimal.” jelas Maulani.

Lebih lanjut Maulani menambahkan pendampingan psikoedukasi yang dihadirkan berupa edukasi yang meningkatkan pemahaman secara holistik karena tidak saja memperhatikan tumbuh kembang anak, namun juga kesehatan mental dan psikologis para Ibu.

Bentuk pendampingan lainnya, bersama Hallo Bumil menghadirkan tele pediatric consultation dan imunisasi tracker yang bisa diakses melalui aplikasi Hallo Bumil, aplikasi interaktif pertama di Indonesia sebagai pendamping Ibu selama masa persiapan kehamilan, kehamilan dan tumbuh kembang anak. Lewat aplikasi ini, para Ibu tidak hanya bisa membaca konten terpercaya dan edukatif seputar 1000 HPK, tetapi juga bisa berkonsultasi dengan dokter serta mencatat jadwal imunisasi anak agar tidak terlewat.


Tentang PT Unilever Indonesia, Tbk
 
PT Unilever Indonesia Tbk telah beroperasi sejak tahun 1933 dan telah menjadi perusahaan Fast Moving Consumer Goods terdepan di pasar Indonesia. Unilever Indonesia terbagi dalam 2 segmen usaha; Home & Personal Care (“HPC”) dan Foods & Refreshment (“F&R”). Unilever Indonesia telah ‘go public’ pada tahun 1982 dan saham-sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. 
 
Unilever berkomitmen tinggi untuk tetap melaju dan maju bersama Indonesia. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2020, penjualan bersih Unilever Indonesia mencapai Rp32,4 triliun terdiri dari penjualan HPC dan F&R masing-masing sebesar Rp22,7 triliun dan Rp9,7 triliun.  Sedangkan laba bersih Perseroan mencapai Rp5,4 triliun.
 
Unilever memiliki sembilan pabrik yang berada di Cikarang dan Rungkut. Kesembilan pabrik tersebut telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
 
Secara global, pada tahun 2010 Unilever meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan, strategi untuk terus mengembangkan bisnisnya seraya mengurangi setengah dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. USLP memiliki tiga tujuan utama: 
1.        Meningkatkan kesehatan 1 milyar orang pada 2020 
2.        Mengurangi setengah dari dampak lingkungan yang dihasilkan dari operasi bisnisnya pada 2030
3.        Meningkatkan penghidupan jutaan orang pada 2020

Sumber : Bisnis.com