Jangan Sembarangan! Begini Cara Memilih Mainan yang Aman untuk Anak

Ilustrasi. - Ist/Freepik
20 Desember 2020 01:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Orang tua sebaiknya tidak asal pilih dalam membelikan mainan untuk anak, terutama untuk anak usia di bawah lima tahun atau balita, yang masa tumbuh kembangnya terjadi dengan cepat.

Lalu, bagaimana cara memilih mainan aman untuk balita?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan telah membuatkan panduan dalam memilih mainan aman yang sekaligus bisa menjadi media belajar bagi anak.

"Panduan dari IDAI, pilih mainan untuk anak yang sesuai standar, misalnya SNI. Karena dengan adanya label itu, pasti sudah memenuhi persyaratan keamanan badan pengujian berwenang," kata dr. Theresia Santi. Sp. A., dalan webinar parenting dari Kodomo Challange, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Rapid Test: Naik Pesawat dan KA Masih Pakai Aturan Lama

Selain itu, juga penting untuk perhatikan ukurannya, lanjut dokter Theresia. Jika mainan terbagi jadi bagian kecil-kecil atau mudah lepas, tidak disarankan diberikan kepada anak di bawah usia 3 tahun. Bentuknya juga tidak boleh tajam, mudah pecah, atau bahkan bisa digunakan untuk menembak.

"Jadi hati-hati pada mainan pistol-pistolan yang dijual itu tidak sesuai persyaratan anak balita," kata Theresia.

Bahan pembuatan mainan juga harus jadi pertimbangan. Dr. Theresia menyampaikan bahwa pilih mainan yang tidak mengandung bahan logam, apalagi merkuri. Sebab dikhawatirkan akan masuk ke dalam tubuh anak yang masih dalam masa oral. Jika kondisi itu terjadi, berisiko membuat tumbuh kembang anak terganggu.

"Anak mula-mula nggak mau makan, berliur banyak, diam saja hanya terbaring di tempat tidur. Jadi harus cerdas memilih mainan," ucapnya.

Mainan juga sebenarnya bisa disesuaikan dengan usia anak. Dr. Theresia mencontohkan, untuk anak usia di bawah dua tahun bisa dibelikan mainan puzzle sederhana yang memiliki potongan-potongan besar. Ataupun boneka tangan sambil membacakan dongeng kepada anak. Sementara untuk anak usia 2-3 tahun, mainan puzzle masih bisa diberikan namun dengan tingkat potongan yang lebih kompleks agar merangsang anak untuk belajar.

Baca juga: Tes Covid-19 Berubah-Ubah, Masyarakat dan Sektor Perhotelan Dirugikan

"Atau bisa juga dengan lego. Kemudian ajak anak mainan yang menggambar dengan kuas," ucapnya.

"Kalau 3-5 tahun bisa lebih bermacam lagi. Bisa main balok-balokan, bisa belajar gunting tempel, bisa cat air, crayon, pensil warna, juga bunyi-bunyian," katanya lagi.

Sumber : suara.com