Jangan Cuma Ikut-Ikutan, Mendaki Gunung Ada Ilmunya

Pendaki gunung - Antara/Akbar Nugroho Gumay
24 Desember 2020 01:37 WIB Dewi Andriani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Selama satu dekade terakhir hingga 2020, perkembangan minat dan animo masyarakat akan kegiatan alam terbuka kian meningkat, salah satunya adalah mendaki gunung.

Hal ini tidak lepas dari kesuksesan film yang mengisahkan tentang cerita pendakian seperti 5 cm, maupun banyaknya foto dan video yang menunjukkan keindahan alam pegunungan.

Ferryno Akbar, Dewan Pengawas Mapala Universitas Esa Unggul mengatakan tren tersebut memunculkan para pendaki baru yang hanya sekadar ikut-ikutan tanpa melengkapi diri dengan perbekalan ilmu yang mumpuni.

Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan munculnya berbagai kejadian yang tak diinginkan seperti membuang sampah sembarangan, vandalisme, perbuatan asusilla, dan berbagai hal lain yang tak pantas di sebut sebagai pendaki.

“Saat ini mendaki gunung telah menjadi tren yang diminati anak muda. Namun tidak sedikit diantaranya yang hanya sekadar ikut-ikutan atau ingin eksis di media sosial,” ujarnya.

Berbeda dengan mahasiswa pecinta alam yang memang telah digembleng dengan perbekalan ilmu berkegiatan di alam terbuka seperti manajemen perjalanan, survival, navigasi darat, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), dan lain sebagainya.

“Edukasi seperti tips manajemen perjalanan itu penting sekali buat para pendaki gunung untuk menghindari faktor risiko terburuk seperti tersasar, kedinginan, bahkan hingga meninggal,” tuturnya.

Selain memahami manajemen perjalanan, seorang pendaki idealnya harus mampu menghargai lingkungan sekitarnya, memiliki sikap yang baik, sehat jasmani dan rohami, serta menguasai ilmu alam terbuka.

Untuk itulah, dia menyarankan agar para pendaki pemula perlu membekali dirinya dengan manajemen perjalanan. Pasalnya, kegiatan mendaki gunung termasuk salah satu aktivitas yang ekstrem dan membutuhkan kesiapan baik dari fisik, mental, maupun, pengetahuan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia