10 Kuliner Nge-Hits Tahun 2020

Klepon - Instagram @anisakueker
24 Desember 2020 05:27 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tahun 2020 ditandai oleh pandemi Covid-19 yang merontokkan berbagai sendi bisnis termasuk kuliner. Namun demikian, bisnis makanan tidak akan mati.

Dengan berbagai kreasi dan inovasi, bisnis makanan dan minuman tetap berjalan, bahkan sebagian di antaranya berhasul menyedot perhatian para pecinta kuliner Tanah Air. Berikut 10 Kuliner unik dan nge-hitz sepanjang 2020.

1. Dalgona Coffee

Dalgona Coffee merupakan salah satu jenis minuman kekinian yang menjadi tren dan naik daun di tahun 2020 ini, tepatnya pada saat hampir seluruh masyarakat dunia harus menerapkan physical distancing dan karantina diri di rumah untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19.

Tren kopi yang berasal dari Korea Selatan ini ramai menjadi perbincangan di media sosial, mulai dari TikTok, instagram, hingga youtube. Sejumlah artis, selebragm, hingga masyarakat berlomba-lomba membuat Dalgona Coffe.

Sebab, bahan-bahan yang digunakan sederhana dengan proses pembuatan yang mudah, dan tampilan yang menawan. Yaitu campuran sederhana dari kopi instan, air panas, dan gula pasir yang dikocok beberapa menit hingga membentuk busa kopi yang kental.

Kemudian, busa kopi tersebut disajikan di atas susu full cream dan es batu yang telah terisi di gelas sehingga membentuk tampilan dua layer yang menarik.

2. Garlic Cheese Bread

Selain Dalgona Coffee, jajanan asal Korea Selatan yang juga cukup popular di tahun 2020 adalah Korean Garlic Cheese Bread. Makanan berbahan dasar roti ini begitu viral di media sosial dan banyak yang berbagi resep sehingga bisa dicoba dibuat di rumah saat masa karantina.

Korean Garlic Cheese Bread memiliki bentuk seperti buns atau bulat dan biasanya dibelah menjadi 4 hingga 6 bagian, di dalamnya diberi isian krim keju dengan siraman saus bawang putih di atasnya.

Tekstur dari Korean Garlic Cheese Bread ini terasa renyah di luar dan lembut di dalam dengan sensasi keju lumer yang menggugah selera berpadu dengan gurihnya aroma bawang putih.

3. Mentai

Mentai atau mentaiko merupakan makanan yang berasal dari Jepang berisi telur ikan pollock atau ikan kod yang dibumbui dengan lada. Sedangkan saus mentai sendiri terdiri dari campura telur ikan yang sudah diasinkan dengan mayonine.

Olahan mentai ini kemudian dikreasikan menjadi berbagai menu masakan mulai dari salmon mentai, beef mentai, dimsum mentai, hingga mentai rice yang cukup popular dan menjadi tren di tahun 2020 ini.

Berbagai olahan mentai tersebut biasanya terdiri dari nasi yang diberi salmon panggang , beef, atau chicken yang telah dimasak lalu disiram dengan saus mentai creamy serta diberi lembaran nori atau tobiko. Dimsum mentai juga diolah dengan tambahan saus mentai di bagian atasnya dengan potongan nori.

4. Odading

Kuliner odading sebenarnya merupakan jajanan yang sudah cukup dikenal masyarakat secara luas dengan penamaan yang berbeda-beda seperti kue bolang-balik atau kue bantal dengan tekstur yang tebal, empuk, dan berserat.

Olahan roti yang terdiri dar campuran adonan telur, gula pasir, tepung terigu yang dibuat dengan cara digoreng dalam minyak panas hingga mengembang. Odading sendiri kembali menjadi tren setelah sempat viral di media sosial lewat video review odading Mang Oleh dari seorang pria bernama Ade Londoh.

Nama Odading sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu “O dat ding? Yang berarti “O benda itu”. Sebab, pada masa penjajahan Belanda dulu ada seorang anak yang ingin membeli kue jajanan sambil menunjuk-nunjuk kepada ibunya karena dia tidak tahu apa namanya. Lalu saat melihat kue tersebut si ibu berkata “O dat ding?”. Dari situlah akhirnya kue tersebut dinamkan Odading.

5. Klepon

Selain Odading, jajanan tradisional lainnya yang mendadak viral di media sosial adalah kue klepon. Makanan bertekstur kenyal yang terbuat dari ketan dengan campuran daun suji yang berisi gula jawa cair dan diselimuti parutan kelapa ini menjadi viral karena dianggap bukan jajanan Islami.

Menurut akun @iew_lifepartner, anggapan tersebut muncul karena kelapa parut darir klepon dinilai melambangkan salju dan ada juga yang mengatakan bahwa itu salah satu cara memurtadkan. Padahal, kue klepon sendiri merupakan salah satu produk yang sering didaftarkan di LPPOM MUI oleh beberapa produsen untuk mendapatkan sertifikasi halal MUI.

Kue klepon juga sudah sangat familiar dan begitu disukai masyarakat Indonesia karena memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, serta saat digigit akan keluar cairan yang terbuat dari gula merah atau gula aren yang memberi sensasi rasa manis saat dinikmati.

6. Bakso Lobster

Bakso lobster menjadi salah satu menu kuliner yang cukup popular di tahun 2020. Masyarakat bahkan rela harus mengantre berjam-jam demi untuk menikmatinya. Bakso lobster memiliki bentuk yang berbeda dari bakso pada umumnya yang berbentuk bulat.

Seperti namanya, bakso lobster ini merupakan perpaduan antara daging bakso yang membalut saeekor lobster berukuran jumbo. Untuk menikmati daging lobsternya, terlebih dahulu harus menguliti bakso daging yang menyelimutnya

Tampilannya yang unik dan menggugah selera membuatnya menjadi incaran dari para pecinta bakso dan seafood. Viralnya bakso lobster ini membuat banyak pelaku usaha bakso yang kemudian berlomba-lomba mengkreasikan jenis bakso lobster.

7. Minuman Herbal

Selama masa pandemi Covid-19, masyarakat banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu minuman yang dipercaya dapat meningkatkan imunitas adalah jamu atau minuman racikan berbahan herbal.

Beberapa gerai kafe kekinian bahkan mengeluarkan menu racikan minuman herbal. Sebut saja Janji Jiwa yang mengeluarkan series Jiwa Sehat yang terdiri atas teh jahe, kopi jahet dan ronde. Selain itu, ada pula Kopi Kenangan yang sempat menggandeng Nyonya Meneer mengeluarkan varian yang diberi nama seri jamu Tjap Mantan.

8. Sei Sapi

Tren kuliner daging yang juga cukup nge-hits dan menjadi perbincangan di tahun 2020 ini adalah Se’i Sapi yaitu olahan daging asap khas Kupang yang dimasak dari panasnya asap kayu bakar dalam jangka waktu tertentu, bukan dengan cara dibakar.

Daging Se’i diolah dengan cara tradisional dengan cara mengirisnya memanjang dengan lebar sekitar 2 hingga3 cm kemudian ditaburi garam dan rempah kemudian diasap. Proses pengasapan daging Se’i menggunakan kayu kosambi sehingga menghasilkan aroma yang sedap. Biasanya pengasapan dilakukan hingga sembilan jam.

Mulanya daging Se’i ini menggunakan daging rusa, tetapi karena rusa semakin langka maka digunakan daging sapi atau daging babi. Namun, setelah dikenal secara luas, Se’i kini banyak menggunakan bahan yang halal yaitu daging sapi atau daging ayam. Seiring perkembangannya, banyak restoran Se’i Sapi bermunculan bahkan menawarkan peluang dengan sistem kemitraan atau waralaba.

9. Kopi Literan

Tren kopi literan ini juga muncul di masa pandemi, ketika masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang hang out di cafe atau gerai kopi. Untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan menikmati kopi di rumah bersama keluarga, maka dibuatlah menu kopi dalam kemasan literan.

Selain menjadi tren, kopi literan ini juga menjadi salah satu inovasi yang dilakukan oleh cofee shop untuk bertahan di masa pandemi. Penjualannya pun lebih luas, tak hanya terbatas pada gerai tetapi juga di media sosial, e-commerce, maupun aplikasi pesan antar makanan.

Bukan hanya cofee shop ternama saja yang meluncurkan kopi literan, tren ini rupanya ikut memberi peluang bagi masyarakat yang berbisnis kopi susu kekinian tanpa harus memiliki gerai karena dapat dijual secara online melalui kemasan botol.

10. Frozen Food

Bisnis makanan beku atau frozen food menjadi salah satu bisnis yang tak pernah ada matinya. Apalagi di tengah kesibukan aktivitasnya, masyarakat ingin yang serba praktis termasuk dalam menyediakan makanan.

Tren makanan beku ini kian meningkat, terutama di masa pandemi Covid-19 ini karena masyarakat lebih senang memasak sendiri makanan di rumah, tetapi tidak ingin repot sehingga frozen food menjadi pilihan.

Tak heran bila banyak yang melirik peluang bisnis makanan beku ini. Trennya pun kini semakin meluas, bahkan sejumlah restoran pun mulai menawarkan menu frozen food atau makanan siap masak dengan beragam bahan utama mulai dari daging ayam dan daging sapi yang sudah dimarinasi sehingga tinggal digoreng atau dipanggang, maupun yang berupa camilan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia