Ciri-Ciri Orang Perfeksionis, Anda Termasuk?

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
31 Desember 2020 13:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Orang perfeksionis memiliki kebiasaan harus serba teratur, rapi, dan sempurna. Seseorang yang perfeksionis biasanya tidak menyukai segala sesuatu yang bersifat abstrak, karena dianggap tidak beraturan.

Meski begitu, bukan berarti menjadi orang perfeksionis ini selalu baik. Ada juga dampak di balik sifat perfeksionis. Terkadang, karena terlalu menuntut kesempurnaan, membuat si perfeksionis melakukan banyak hal yang tidak praktis.

Nah, apakah Anda atau orang di sekitar Anda termasuk orang perfeksionis? Yuk, cek apakah ada ciri prang perfeksionis berikut yang Anda miliki, seperti dilansir dari Suara.com--jaringan Harianjogja.com yang dikutip dari laman Very Well Mind.

1. Menetapkan tujuan yang tinggi
Orang perfeksionis cenderung akan menetapkan tujuan yang tinggi. Biasanya ia akan bekerja sangat keras untuk mencapai tujuan tersebut. Dan ketika telah menetapkan tujuan, ia harus mencapainya. Walaupun mendapatkan hasil yang baik, jika belum mencapai targetnya, ia akan memandang hal tersebut sebagai kegagalan.

Baca juga: Antisipasi Kerumunan saat Tahun Baru, Puncak Sosok Tutup Sementara

2. Sangat kritis
Berbicara mengenai prestasi, orang perfeksionis akan sangat kritis terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Ia akan melihat kesalahan dan ketidaksempurnaan untuk mengasah kemampuannya lebih dalam lagi. Seorang perfeksionis akan menjadikan kegagalan sebagai cambukan bagi diri mereka dan orang lain.

3. Takut tujuannya tidak tercapai
Biasanya saat ingin mencapai sesuatu, orang perfeksionis cenderung memiliki ketakutan jika tujuannya itu tidak tercapainya. Dan mereka selalu bisa melihat celah kekurangan dari setiap hal yang dilakukannya.

4. Memiliki standar yang tidak realistis
Orang perfeksionis memiliki standar yang tidak realistis. Biasanya seseorang menentukan standar sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun, orang perfeksionis sering kali menetapkan tujuan awal mereka di luar jangkauan. Hal ini yang membuatnya selalu merasa gagal saat mencapai sesuatu, walaupun sebenarnya hasil yang diterimanya cukup baik.

5. Fokus pada hasil
Biasanya saat ingin memperoleh sesuatu, seseorang akan meniikmati proses yang dialaminya. Ia akan belajar dari segala proses yang dialaminya untuk mencapai tujuan. Namun, berbeda dengan si perfeksionis, di mana mereka lebih fokus terhadap hasil yang akan diperolehnya. Hal ini karena keinginan nyang begitu besar untuk mencapai target yang ditetapkannya, sehingga mereka tidak dapat menikmati proses yang dialaminya.

6. Tertekan jika tujuannya belum tercapai
Setiap orang pasti akan kecewa saat mengalami kegagalan. Namun, biasanya kekecewaan itu tak berlangsung lama. Mereka akan bangkit dan mencoba lagi. Berbeda dengan si perfeksionis, saat gagal, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri. Biasanya perasaannya akan diisi rasa kecewa yang luar biasa dan hal-hal negatif karena harapan yang tidak tercapai.

7. Takut gagal
Orang perfeksionis lebih takut akan kegagalan. Seorang yang perfeksionis menempatkan begitu banyak tujuan dan menjadi sangat kecewa dengan sesuatu yang kurang dari kesempurnaan. Segala sesuatu yang kurang sempurna akan dipandang sebagai kegagalan.

Baca juga: Jumlah Layanan Imigrasi Untuk WNA Menurun

8. Cenderung menunda
Orang yang perfeksionis cenderung menunda. Hal ini membuat seseorang yang perfeksionis dapat merusak waktu produktivitasnya. Kebiasaan menunda ini biasanya didasari rasa takut gagal dan hasil yang tidak sempurna. Orang perfeksionis akan berusaha menghabiskan waktu untuk mendapatkan hasil sempurna terhadap apa yang ia kerjakan.

9. Takut dikritik
Kritik, meskipun itu kritik membangun, akan terasa menakutkan dan menyakitkan bagi orang perfeksionis. Hal ini karena mereka merasa sudah berusaha sangat keras untuk mengerjakan hal tersebut, tetapi masih mendapat kritikan juga. Berbeda dengan orang biasa, saat mendapat kritik, biasanya hal itu akan dijadikan informasi yang membangun untuk kinerja mereka yang lebih baik di masa depan.

10. Tingkat percaya diri yang rendah
Si perfeksionis cenderung sangat kritis terhadap diri sendiri. Mereka juga kerap merasa tidak bahagia karena harga diri yang rendah. Mereka juga bisa kesepian atau terisolasi karena sifat kritis dan kekakuan mereka dapat membuat orang lain menjauh juga. (Fajar Ramadhan)

Sumber : suara.com