Ini Tips Menjaga Hubungan Baik dengan Rekan Sekantor yang Resign

Saat rekan kerja resign, maka Anda bisa tetap menjalin komunikasi dengannya, melalui media sosial./Ilustrasi - Chron
02 Januari 2021 12:07 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Seseorang yang mengetahui teman sekantornya resign bisa merasa gelisah, sedih, dan bahkan was dan tiba-tiba merasa ingin resign.

Mengutip buku berjudul ‘You Do You: Discovering Life Through Experiments & Self-Awareness’ karya Fellexandro Ruby, kita bisa memproses keputusan kawan yang resign dengan metode self-awareness dan ikigai.

Ruby menceritakan, metode itu dia dapatkan dari pengalaman berkariernya selama lebih dari 10 tahun, untuk membantu banyak orang merefleksi diri, melihat ke dalam, serta mengurai situasi, supaya bisa menemukan sendiri jawaban, saat bertemu dengan persimpangan dalam hidup mereka.

“Padahal jawabannya bukan di sana, tapi ada di dalam lo,” tulis Ruby dalam pengantar buku You Do You: Discovering Life through Experiments & Self-Awareness.

Dia menjelaskan, ketika seseorang memahami dirinya sendiri, maka dia akan menjadi semakin sadar. Oleh sebab itu, pilihan yang diambil tidak harus sama dengan tetangga.

Dengan demikian, Ruby menjawab bahwa ketika ada kawan sekantor Anda yang resign, Anda tidak perlu cemas. Apalagi, Anda tersugesti dan ikut-ikutan resign.

Ruby menjelaskan, seringkali seseorang memang mudah mengalami decision paralysis dalam mengambil keputusan hidup. Kondisi ini disebabkan karena lebih sering kita melihat keluar, mengintip kiri-kanan, menyontek rumput tetangga.

Oleh sebab itu, karena tak ada alasan untuk meniru, Anda juga tak punya alasan untuk merenggangkan tali persahabatan dengan kolega Anda yang sudah resign. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga tali silaturahmi.

1. Anda bisa sesekali iseng menge-chat dan menyoal status WA, Instagram stories, atau komen Facebook. Tak perlu sungkan juga menanyakan kabar dan menggoda mantan kolega sekantor Anda dengan guyonan ringan.

2. Tidak perlu unfollow mantan kolega Anda di media sosial. Anda bisa bersikap ksatria dengan mendukung dan memberi review positif bagi mantan teman sekantor Anda di akun media sosial, Linkedin salah satunya.

3. Tetaplah mengundang kolega Anda pada hari besar Anda, entah lamaran atau menikah. Anda juga tak perlu ragu datang ke acara mantan kolega Anda, entah itu lamaran, ataupun pernikahan.

Pada era digital, upayakanlah dengan optimal ruang-ruang menjaga silaturahmi. Dengan begitu Anda bisa mencapai kebahagiaan batin dan kesuksesan materi pada tahun ini. Selamat mencoba!

Sumber : bisnis.com