Merawat Tanaman Indoor dan Outdoor itu Berbeda, Ini yang Perlu Diperhatikan

Berkebun bisa kurangi risiko kanker payudara. - Istimewa
05 Januari 2021 23:47 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memunculkan sejumlah hobi baru, salah satunya bertanam dan berkebun. Berburu tanaman dari yang sedang tren, hingga berharga jutaan rupiah masih diminati para pecinta tanaman. Bahkan, bagi mereka yang sebelumnya tidak menyukainya.

Dalam dunia tanam menanam, ada dua jenis tanaman yang bisa dikoleksi. Yakni yang outdoor ditanam di luar rumah, atau tanaman indoor yang bisa disimpan di dalam ruangan.

Dengan 2 jenis tanaman ini, tentu cara menanam dan merawatnyapun berbeda. Karena tidak semua tanaman bisa disimpan di dalam ruangan, begitu juga sebaliknya.

Buat Anda yang penasaran bagaimana cara menanam dua jenis tanaman ini, berikut tipsnya dikutip dari berbagai sumber.

Untuk tanaman outdoor, setidaknya ada 8 langkah yang harus Anda lakukan dan tidak bisa dilewatkan.

Tanaman outdoor terutama perlu diperhatikan soal paparan sinar mataharinya. Berikut perinciannya:

1. Tentukan apakah lokasi penanaman Anda di bawah sinar matahari penuh, teduh, hanya matahari pagi atau matahari sore saja. Aspek cahaya akan menentukan tanaman mana yang paling cocok. Menyediakan tanaman dengan kebutuhan cahaya yang disukai akan menghilangkan 50% masalah serangga dan penyakit yang potensial.

2. Jika menanam pohon ukuran kecil, seluruh area penanaman harus ditutup dengan tanah yang sesuai. Dengan cara ini, tanah asli dan bahan tambahan dapat tercampur sempurna saat lubang digali. Jangan lupa, tanah asli dan bahan aditif akan tercampur dengan baik saat lubang digali. 

3. Gali lubang sedalam wadah dan dua kali lebih lebar. Pada tanah liat yang lebih berat, pastikan untuk menggosok sisi lubang, membuat lubang kecil. 

4. Letakkan gundukan kecil tanah campuran di bagian bawah lubang yang dikeringkan dan tambahkan pupuk pra-tanam sesuai petunjuk. Pupuk pra-tanam ini mengandung mikoriza dan asam humat yang bermanfaat yang berfungsi menciptakan “jaring nutrisi” di sekitar akar tanaman.

5. Keluarkan tanaman dari wadahnya dengan membalik pot dan mengetuk perlahan bagian bawah pot atau meremas sisi-sisinya. Wadah yang lebih besar dapat dibalik dan tanaman dengan lembut diguncang atau digeser keluar. Tanaman yang lebih besar terkadang bisa “menempel”, jadi menekan sisi wadah di beberapa tempat seringkali akan membuat tanaman lepas. Jangan pegang tanaman pada batang atau bagian atasnya dan tarik ke atas untuk mengeluarkannya dari wadah karena dapat memisahkan tanaman dari akarnya.

6. Langkah selanjutnya ini sangat penting untuk mendorong akar tanaman baru mencari pegangan yang baik di tanah. Akar yang melingkar di bagian bawah bola harus ditarik untuk meluruskannya. Semak dan pohon kayu terkadang memiliki akar yang terlihat melingkari bola akar. Ini perlu ditarik untuk meluruskannya. Memecah bola akar juga akan meningkatkan irigasi di masa depan yang sepenuhnya memasuki dan membasahi zona akar. Ada beberapa tanaman yang proses ini tidak boleh digunakan, terutama Bougainvillea dan Daphne.

7. Tempatkan tanaman yang sudah disiapkan di lubang pot di atas gundukan kecil tanah yang Anda tambahkan sebelumnya. Sebarkan akarnya keluar dan di atas gundukan. Isi lubang dengan tanah campuran untuk memastikan tanah terisi penuh di sekitar akar. Tanaman harus duduk sedikit lebih tinggi dari lubang untuk memungkinkan mengendap saat disiram. 

8. Sirami tanaman secara menyeluruh, mulai dari luar menuju bagian tengah tanaman. Setelah air meresap ke dalam tanah, siram kembali. Periksa tanah setiap dua hari sekali selama beberapa minggu pertama untuk memastikan tanah yang paling dekat dengan tanaman tidak kering. Tanah mungkin lembab di tepi luar lubang tetapi lebih cepat mengering di tempat akar berada di tengah lubang.

Kemudian, untuk tanaman indoor lebih spesifik lagi cara menanam dan merawatnya. 

Tanaman dalam ruangan harus menjadi komponen penting dari setiap desain interior. Tanaman hijau mencerahkan ruang dalam ruangan dan dikenal memiliki kualitas yang meningkatkan suasana hati.

Tanaman dalam ruangan populer karena relatif mudah dirawat, memberikan manfaat bagi kesehatan dan dapat digunakan dalam berbagai tema dekorasi dalam ruangan. Tanaman dalam ruangan adalah pilihan yang bagus bagi mereka yang memiliki sedikit ruang pekarangan untuk taman luar ruangan atau bagi mereka yang tinggal di iklim dengan musim dingin yang sangat dingin.

Jadi, jika Anda merawat tanaman dalam ruangan untuk pertama kalinya, berikut panduan yang bisa Anda ikuti.

1. Cara menanam tanaman dalam ruangan

Sebagian besar tanaman dalam ruangan sudah ada di dalam wadah, jadi tidak perlu ditanam. Biasanya hanya ada dua alasan Anda perlu menanam tanaman dalam ruangan.

Jika tanaman Anda menjadi terlalu besar, Anda perlu menanamnya kembali ke wadah yang lebih besar.

2. Cahaya yang dibutuhkan tanaman dalam ruangan

Succulents dan kaktus membutuhkan sinar matahari terus menerus setiap hari. Tanaman dengan dedaunan membutuhkan cahaya sekitar 8 jam per hari. Jumlah cahaya tergantung pada tanaman yang Anda tanam, jadi sebaiknya lakukan penelitian tentang tanaman tertentu yang Anda tanam.

3. Kualitas tanaman dalam ruangan yang bagus

Ada beberapa kualitas yang harus diperhatikan saat memilih tanaman dalam ruangan.

Ini sangat penting saat memilih tanaman. Tidak praktis mengeluarkan tanaman dari pot untuk memeriksa akarnya, tetapi jika tanamannya kecil, ini bisa dilakukan. Akar yang sehat tebal dan berwarna terang. Pilihlah yang dedaunannya cukup tebal.

Periksa adanya penyakit. Beberapa tanda tanaman terserang hama atau penyakit adalah: bintik-bintik putih, residu lengket pada daun dan bau tak sedap.

4. Pencahaayan

Tanaman dalam ruangan yang membutuhkan sedikit cahaya bisa cocok untuk lokasi di mana cahayanya lebih redup. Beberapa tanaman yang membutuhkan cahaya redup adalah:

Philodendron - Tanaman dalam ruangan yang sangat umum yang jarang menarik hama. Ini adalah tanaman sehat yang dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan

Pothos atau Devil’s Ivy- Tanaman dengan daun berwarna-warni dan cerah. Tanaman ini tumbuh subur di berbagai lingkungan, tumbuh subur dalam cahaya rendah atau terang, cahaya tidak langsung.

Dracaena– Ini adalah tanaman dalam ruangan populer lainnya dengan daun hijau panjang. Ini adalah salah satu tanaman dalam ruangan yang ingin Anda pangkas jika dedaunannya terlalu panjang.

Peace Lily- Tanaman ini tumbuh subur saat tanah lembab, tetapi tidak terlalu banyak air. Jika Anda ingin bunga muncul di tanaman lily perdamaian Anda, pindahkan tanaman Anda ke ruangan yang lebih gelap.

5. Tanaman indoor yang paling mudah dirawat

Ada beberapa jenis tanaman indoor yang paling mudah dirawat yakni Sansevieria, Philodendron, Kebanyakan succulents,  Pothos, Tanaman ZZ

6. Jenis tanaman indoor

Ada banyak jenis tanaman indoor antaralain Dracaena, Hedera Helix, Sansevieria Zeylanica,  Superba, Scindapsus, Aglaonema, Pakis, Philodendron, Telapak tangan, Pothos, Spathiphyllum, Succulents

7. Tanaman indoor terbaik

Tanaman dalam ruangan yang baik akan mentolerir cahaya dan kelembaban yang lebih rendah. Selain itu, mereka cenderung tidak akan menghadapi hama. Plus, mereka biasanya tidak tumbuh terlalu banyak (Anda tidak ingin tanaman dalam ruangan tumbuh dengan cepat). Tanaman indoor terbaik adalah sebagai berikut:

Aglaonema - Menarik, mentolerir cahaya redup, dan tidak tumbuh terlalu cepat.

Aspidistra - Anda tidak perlu memberinya banyak air karena dapat menangani cahaya redup. Jika Anda ingin berlibur dan tidak ingin mengkhawatirkan tanaman Anda, aspidistra sangat cocok untuk Anda.

Succulents - Pastikan Anda memberi mereka cahaya terang.

Juga, ada jenis Dracaenas dan Philodendron

7. Tips merawat tanaman indoor

Jaga agar tanah pot tetap lembab- Penting untuk memastikan tanah tidak terlalu basah atau terlalu kering

Pastikan pot tanaman memiliki lubang drainase di dasar pot

Tempatkan tanaman Anda di dekat sumber cahaya, baik itu alami maupun buatan

Tentukan spesies tanaman apa yang Anda miliki sehingga Anda dapat merawatnya dengan lebih akurat

8. Cara memangkas tanaman dalam ruangan

Jika Anda tidak punya alasan untuk memangkas tanaman, jangan lakukan itu. Tetapi, jika Anda melihat tanaman Anda semakin kurus dan kurus, maka kami sarankan Anda memangkasnya.

9. Beberapa penyebab paling umum tanaman mati adalah:

Overwatering atau Underwatering

Level Cahaya (tidak cukup cahaya atau terlalu banyak cahaya)

Tidak diurus atau Mengabaikan

10. Berapa lama tanaman dalam ruangan biasanya hidup?

Rata-rata, tanaman rumah dalam ruangan bertahan 2-5 tahun. Setelah itu, tanaman berhenti berkembang dan yang terbaik adalah berinvestasi di tanaman lain.

10. Cara untuk mengetahui apakah sudah waktunya menyiram:

Soil probe - Probe ini akan menarik tanah, yang akan membantu Anda memahami seberapa kering tanah di bawah permukaan.

Pengukur kelembaban - Alat ini memberi tahu Anda, dalam skala, seberapa kering tanah itu.

Mengangkat tanaman - Berat menandakan tanaman memiliki cukup air, tetapi cahaya menandakan tanaman dalam keadaan kering.

Wilting - Wilting biasanya terjadi karena tanaman tidak mendapatkan cukup air. Angkat tanaman untuk melihat apakah ringan atau berat.

Tips, jika tepi daun mulai berwarna coklat dan renyah saat disentuh, kemungkinan tanaman membutuhkan air. Jika tepi daun menjadi cokelat tetapi terasa lembek, kemungkinan tanaman terlalu banyak air.

Daun kuning juga dapat menandakan bahwa tanaman memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit air, tetapi tidak selalu demikian.

Sumber : Bisnis.com