Nakes Tolak Vaksin, Dokter Reisa: Ingat Janji dan Sumpah Profesi Kita!

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid/19, Dokter Reisa Broto Asmoro. (BNPB)n
06 Januari 2021 09:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satgas Covid-19 menanggapi munculnya sejumlah penolakan dari tenaga kesehatan terkait vaksin Sinovac. 

Juru Bicara Vaksin COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro meminta seluruh tenaga kesehatan untuk membantu menyukseskan program vaksinasi Corona yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu 15 bulan ke depan.

Reisa mengatakan bahwa para tenaga medis seharusnya mengikuti seluruh instruksi dari pemerintah yang sudah menempatkan mereka pada prioritas pertama yang akan disuntik vaksin setelah Presiden Joko Widodo.

"Saat perlindungan sudah ada di depan mata maka kita harus segera ambil kita manfaatkan dengan baik, tidak perlu menunggu apalagi menunda dengan sengaja. Ingat janji dan sumpah profesi kita untuk membaktikan hidup guna kepentingan perikemanusiaan," kata dr Reisa dalam jumpa pers dari Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Peringatan 75 Tahun Jogja Kota Republik Menggugah Semangat Generasi Muda

Menurutnya, prioritas ini adalah keistimewaan yang diberikan negara kepada tenaga medis, meski vaksin CoronaVac buatan perusahaan Sinovac Biotech, China belum merilis angka efikasinya dan belum selesai uji klinis tahap III di Bandung.

"Sejawat dan kolega tenaga medis yang saya hormati, lihat betapa pedulinya negara terhadap kita, kita didudukkan sebagai warga prioritas untuk mendapatkan akses vaksinasi," ucapnya.

Oleh sebab itu, dr Reisa meminta para tenaga medis menuruti semua program vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan mau disuntik vaksin gelombang pertama.

"Mungkin sebagian kita teman sejawat nakes masih ada nih yang bertanya-tanya soal keamanan efektifitas vaksin bahkan ada yang masih mempertimbangkan aspek agama," tuturnya

"Nah dalam meyakinkan diri kita untuk ikut serta menyukseskan program vaksinasi 15 bulan ke depan. Para guru besar kita, para ahli vaksin yang sudah punya pengalaman puluhan tahun, telah mendampingi proses pengkajian vaksin ini," sambung dr Reisa.

Diketahui, sebanyak 1,3 juta tenaga kesehatan akan menjadi kelompok pertama bersama Presiden Joko Widodo yang akan disuntik vaksin CoronaVac.

Baca juga: Pematokan Tol Jogja-Bawen Dimulai Pekan Ketiga Januari 2021

Pemerintah telah mengimpor 3 juta vaksin buatan perusahaan Sinovac Biotech, China tersebut dan sudah mulai mendistribusikannya ke beberapa dinas kesehatan di daerah-daerah.

Pemerintah juga telah menandatangani kesepakatan suplai vaksin COVID-19 dari Novavax - pengembang vaksin dari Amerika dan Kanada, dan AstraZeneca - pengembang vaksin dari Inggris dan Jerman, masing-masing 50 juta dosis dengan opsi penambahan 80 juta dosis vaksin Novavax dan 50 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Sumber : suara.com