Anak Sudah Bosan Belajar dari Rumah? Ini Tipsnya...

Anak belajar di rumah. - ilustrasi
10 Januari 2021 04:37 WIB Syaiful Millah Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung hingga saat ini membuat aktivitas belajar bagi anak-anak harus dilaksanakan dari rumah. Masalahnya, anak seringkali menjadi tidak semangat dan antusias ketika harus belajar dari rumah, berikut ini adalah beberapa tips mengatasi hal tersebut.

Melansir Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com dari Mirror UK, Sabtu (9/1/2021) tim di Essential Living dengan Konselor Kerry Quigley memberikan sejumlah nasehat kepada para orang tua tentang cara membantu anak-anak tetap termotivasi untuk belajar dalam keadan sulit.

1. Mulailah dan pertahankan rutinitas

Rutinitas sangat penting, karena tidak hanya memberi struktur pada hari Anda tetapi juga bermanfaat secara mental. Sebuah studi baru menemukan bahwa anak-anak merasa lebih aman dan terjamin ketika kehidupan mereka memiliki rutinitas yang dapat diprediksi.

“Anak-anak belajar lebih baik dalam rutinitas terstruktur. Jika memungkinkan, pertahankan pola tidur, waktu makan, dan istirahat yang konsisten. Ini akan membantu mendukung konsentrasi dan tingkat energi anak,” kata Quigley.

Rutinitas yang dibangun harus serupa dengan hari sekolah biasa, termasuk pergi ke luar ruangan, berbagai jenis pembelajaran keterampilan, dan istirahat rutin. Jika sekolah anak perlu mengunggah tugas untuk diselesaikan, pastikan mereka tau apa yang harus dilakukan dan waktunya.

2. Buat sistem reward

Sistem reward atau penghargaan adalah alat motivasi hebat yang bisa digunakan oleh guru untuk mendorong anak melakukan sesuatu yang mungkin tidak mereka sukai, dengan memberi penghargaan atas kerja keras dan perilaku baik.

Tidak hanya memotivasi, tetapi juga membantu meningkatkan perilaku baik. Mengurangi poin untuk perilaku buruk adalah alternatif yang baik untuk bentuk hukuman lain. Penting untuk diingat untuk memuji dan menghargai pencapaian mereka,” katanya.

Anak kecil dapat memanfaatkan bahan stiker dan merupakan ide yang baik untuk melibatkan mereka dalam membuat dan menjaga bagan/ilustrasi tetap update. Biarkan mereka menghiasi sendiri selembar kertas untuk digunakan sebagai bagan hadiah pribadi.

Memberi target harian juga akan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan. Sementara untuk anak yang lebih besar, coba tawarkan jenis insentif lain seperti menonton televisi atau hadiah kecil lain untuk usaha mereka.

3. Perkenalkan dengan memasak

Anak-anak yang lebih kecil senang membantu di sekitar rumah dan bangga melihat sesuatu yang telah mereka bantu ciptakan. Seringkali fokus pada satu bidang pembelajaran seperti matematika atau sains, tetapi kita lupa bahwa kita dapat memilih kegiatan yang menggabungkan beberapa konsep pembelajaran.

Pilih resep setiap hari, termasuk bahan yang berbeda seperti tepung atau telur. Gunakan timbangan dan minta mereka menimbang ukurang yang berbeda karena ini akan membantu mereka memahami konsep seperti bobot dan pecahan.

Memasak juga dapat mengajarkan sejumlah keterampilan lain seperti higienis dengan mencuci tangan, membaca label untuk informasi nutrisi, pola makan seimbang, keterampilan keselamatan dasar seperti mencegah luka bakar dari wajan panas dan kompor, dan lain-lain.

“Meskipun penting untuk memberikan instruksi dan harapan yang jelas, ini akan membantu memotivasi anak dan membangun harga diri mereka serta mendorong kemandirian,” kata Konselor Quigley.

4. Usahakan agar anak tetap terhubung dengan dunia luar

Anak tidak boleh terlalu terisolasi dari dunia luar. Sebagai orang tua, mungkin meresahkan untuk berpikir bahwa tidak menghadiri sekolah atau acara sosial dapat menghambat perkembangan anak pada usia dini.

Jika anak masih kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang terisolasi ini, yakinkan mereka bahwa itu hanya sementara. Untuk membantu memberikan normalitas, izinkan mereka berinteraksi secara online dengan teman sebaya.

Cobalah jadwalkan panggilan rutin dengan guru sekolah atau anggota keluarga untuk membahas kemajuan pembelajaran dan kegiatan lain. Mengetahui bahwa mereka akan berbicara dengan orang luar dapat memberi mereka dorongan yang mungkin mereka butuhkan.

Sumber : bisnis.com