Perhatikan, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Bertengkar di Depan Anak

Ilustrasi. - Ist/Freepik
19 Januari 2021 23:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Ayah dan ibu yang memiliki anak, tak jarang mengalami perbedaan pendapat. Orangtua yang sudah memiliki anak harus bisa mengontrol emosi ketika mengalami perdebatan dengan pasangan.

Segala hal yang dilakukan di hadapan anak akan berpengaruh pada dirinya, baik dari segi fisik dan mentalnya. Inilah sebab mengapa orangtua harus memastikan bahwa semua perkelahian dan pertengkaran di depan anak-anak dilakukan dengan cara yang tidak merugikan mereka.

Tidak jarang perkelahian membuat anak menjadi depresi. Untuk itu di bawah ini terdapat hal-hal yang harus dilakukan orangtua saat berdebat di hadapan anak:

1. Jangan pernah melecehkan satu sama lain

Saat bertengar atau berdebat dengan pasangan usahakan untuk tidak melecehkan satu sama lain, baik secara fisik atau memanggil nama jelek di depan anak. Usahakan untuk mengontrol emosi satu sama lain. Apa yang diucapkan orangtua akan sangat berpengaruh terhadap anak.

2. Hindari saling berteriak atau saling mengancam

Berteriak dan saling mengancam akan berdampak negatif pada anak. Kemarahan di luar kendali dapat menjadi contoh buruk bagi anak-anak. Hal ini akan mempengaruhi sikapnya dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

3. Jangan bahas masalah pengasuhan anak

Jangan pernah bahas masalah pengasuhan anak. Hal ini akan membuatnya merasa kalau orang tuanya tidak menyayangi dirinya. Apalagi, jika kemungkinan besar hubungan akan berakhir dengan perceraian. Usahakan untuk menahan membahas hal ini di hadapan anak.

4. Cobalah tidak mengungkit masalah di luar topik

Saat bertengkar hindari membahas topik lain di luar bahasan saat itu. Hal ini untuk mencegah masalah semakin besar. Jika hal itu dilakukan, anak akan semakin tertekan. Usahakan untuk menyelesaikan permasalahan yang saat itu dibahas terlebihh dahulu.

5. Hindari menyeret argumen untuk waktu yang lama

Jangan berdebat atau bertengkar dalam waktu yang lama. Hal ini dapat membuat anak tertekan. Selain itu, menyelesaikan masalah dalam waktu yang cepat akan membuat anak belajar jika permasalahan harus diselesaikan dengan cara dewasa.

6. Jangan pernah melibatkan anak dalam argumen

Saat sedang berargumen, jangan pernah membawa anak di dalamnya. Hal ini akan membuat anak berpikir ia harus memilih salah satu dari orang tuanya. Ia juga akan merasa bingung dan tertekan, serta menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi penyebab perkelahian tersebut.

7. Yakinkan saling mencintai satu sama lain ke anak

Saat perdebatan selesai, usahakan untuk meyakinkan anak kalau orangtua masih saling mencintai dan menghormati satu sama lain. Selain itu, orangtua bosa menjelaskan kepada anak kalau dalam hubungan pasti mengalami pertengkaran. Hal itu akan menjadi pelajaran pada anak.

8. Coba untuk tidak kehilangan kesabaran

Saat bertengkar biasanya orangtua cenderung lupa hingga hilang kesabaran. Hal ini akan membuat pertengkaran semakin buruk. Ketika melakukannya cobalah untuk meminta maaf kepada anak. Orang tua juga bisa mengajarkan kalau kehilangan kesabaran adalah hal buruk untuk menyelesaikan konflik sehingga ia tidak meniru hal tersebut.

9. Hindari berbicara buruk tentang seseorang

Masalah pertengkaran bisa saja disebabkan oleh seseorang. Namun, orangtua tidak boleh berbicara buruk mengenai hal tersebut. Apalagi, sampai menggunakan nada tinggi. Selain tidak boleh dilontarkan satu sama lain, kata kasar juga dilarang untuk seseorang. Oleh karena itu, saat membahas seseorang usahakan dengan nada biacara yang tenang sehingga perdebatan tidak semakin buruk.

Beberapa hal di atas merupakan hal yang harus dilakukan orangtua saat berdebat di hadapan anak. Bagaimanapun, bertengkar atau berdebat di hadapan anak adalah hal yang buruk. Untuk itu usahakan tidak melakukannya. Jika tidak, cobalah untuk diskusi dalam menyelesaikan masalah sehingga tidak menimbulkan amarah satu sama lain.

Sumber : Suara.com