Pilih Diffuser atau Lilin Aromaterapi? Ini yang Perlu Dipertimbangkan

Ilustrasi. - Freepik
29 Januari 2021 22:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Banyak orang ingin membuat ruangan menjadi harum. Sebagian orang memilih menggunakan pengharum ruangan gantung atau semprot yang praktis bisa dibeli di mana saja. Tapi, bagi mereka yang tak tahan dengan bau terlalu menyengat, diffuser dan lilin aromaterapi mungkin bisa menjadi pilihan.

Berbeda seperti pengharum ruangan, diffuser dan lilin aromaterapi punya fungsi aromaterapi yang dibawa dari minyak esensial yang terkandung dalam keduanya. Lilin aromaterapi memasukan minyak esensial ke dalam pembuatan lilinnya, sementara diffuser akan memanaskan minyak esensial yang dimasukkan ke dalam air untuk menyebarkan baunya.

Aromaterapi dipercaya bisa mempengaruhi suasana hati orang yang mencium aromanya. Setiap aroma dari bahan-bahan yang berbeda punya efek dan fungsinya masing-masing.

Secara umum, orang menggunakan aromaterapi untuk merasa lebih rileks, mengurangi stres, atau insomnia. Bahkan dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang cocok menggunakan aromaterapi untuk mengurangi rasa sakit saat nyeri datang bulan, bahkan nyeri batu ginjal, atau osteoartritis.

Dengan manfaat kesehatan ini, pilihannya tinggal alat yang digunakan untuk menyebarkan aromaterapi ini. Di antara diffuser dan lilin aromaterapi, apa kelebihan dan kekurangannya? Mengapa Anda perlu memilih diffuser atau
mengapa Anda perlu memilih lilin aromaterapi? Simak penjabarannya dari Dekoruma di bawah ini untuk bisa menentukan alat mana yang akan dipilih.

Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan dengan Diffuser
Dengan fungsi yang hampir sama antara keduanya, bila bicara soal seberapa hemat, ekonomis, dan ramah lingkungan, diffuser adalah alat yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Satu lilin aromaterapi berukuran akan habis dalam lima sampai tujuh hari tergantung pemakaian. Setelah itu Anda harus membeli lagi.

Sementara diffuser, Anda mungkin mengeluarkan lebih banyak uang di awal, tapi diffuser bisa bertahan bertahun-tahun bila dirawat. Anda hanya perlu membeli botol minyak esensial yang bisa bertahan minimal satu minggu tergantung pemakaian.

Belum lagi, diffuser menghasilkan sampah yang lebih sedikit dibandingkan lilin yang proses pembuatannya dan penggunaannya membuat lebih banyak polusi dibandingkan diffuser.

Diffuser yang Risiko Terbakarnya Sangat Kecil
Masalah ini memang tergantung pada ketelitian pemakai lilin aromaterapi. Namun, dengan hadirnya api, membuat risiko munculnya kebakaran lebih tinggi dibandingkan diffuser yang menggunakan listrik.

Apalagi kalau penggunanya ceroboh, misalnya menggunakan lilin aromaterapi saat tidur. Tanpa sadar, tangan atau kaki menyenggol lilin di sebelah tempat tidur yang jatuh ke tempat tidur atau karpet dan berpotensi menyebabkan kebakaran.

Tapi, masalah ini akan mudah dicegah apabila penggunannya tidak ceroboh. Namun kalau Anda tidak mau mengambil risiko, diffuser adalah pilihan yang paling cocok untuk Anda.

Aspek Dekoratif Lilin yang Lebih Otentik dan Beragam
Diffuser dan lilin memang bisa dijadikan sebagai elemen dekorasi juga dalam sebuah ruangan. Diffuser yang dijual saat ini punya bentuk yang menarik dengan desain yang menyesuaikan gaya interior populer.

Meskipun begitu, bagi sebagian orang tidak ada yang mengalahkan suasana dan efek yang ditimbulkan dengan menyalanya sebuah lilin. Dengan bentuk dan warna yang lebih beragam dibandingkan diffuser, menggunakan lilin masih akan memberikan kesan yang lebih otentik dan hangat pada satu ruangan dibandingkan diffuser yang lebih technologically advanced.

Aspek budaya dan agama juga mempengaruhi preferensi ini. Misalnya dalam agama Nasrani, lilin melambangkan terang atau kebangkitan dari kepercayaannya yang kadang-kadang menjadi faktor penentu.

Aroma Lilin yang Lebih Kuat untuk Efek Lebih Maksimal
Dari berbagai percobaan, lilin aromaterapi tetap punya aroma yang lebih kuat dibandingkan diffuser. Diffuser yang mengembuskan udara yang sudah dicampur dengan essential oil memang tetap akan memberikan wangi yang bisa tercium oleh hidung manusia. Namun, lilin aromaterapi tetap punya bau yang lebih terasa dibandingkan diffuser.

Situasi ini juga kembali lagi pada preferensi penggunanya. Ada yang lebih suka dengan aroma yang sangat kuat dan terasa dari lilin, tapi ada juga yang lebih suka aroma yang lebih membaur pada suasana ruangan. Tinggal Anda yang memilih.

Dari empat faktor pembanding tadi, Anda mungkin bisa mencocokan dengan kebutuhan dan gaya Anda dalam menggunakan aromaterapi. Apapun pilihannya, keduanya punya fungsi yang relatif sama dan punya elemen dekoratif yang memberikan tampilan baru pada interior rumah.

Sumber : Suara.com