Ini Hal Penting yang Harus Diperhatikan untuk Anda yang Baru Sembuh dari Covid-19

Batuk - fastpaceurgantcare.com
05 Februari 2021 23:27 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ada sejumlah hal yang harus dilakukan pasien setelah sembuh dari Covid-19.

Dokter spesialis penyakit dalam, RA Adaninggar, mengatakan walaupun boleh beraktivitas seperti sedia kala, penyintas Covid-19 disarankan tidak memaksakan diri apabila masih merasakan lemas.

"Lakukan bertahap," katanya dalam akun Instagram @ningzsppd, Jumat (5/2/2021).

Apabila masih mengalami gejala sisa, disarankan agar mantan pasien Covid-19 itu melakukan kontrol rutin ke dokter sesuai gejalanya.

Ya, beberapa pasien mungkin mengalami long Covid-19. Gejala sisa ini kata Adaninggar tidak menular dan oleh sebab itu mereka tetap boleh beraktivitas seperti biasa. "Disesuaikan toleransi badan," tuturnya.

Sejauh ini belum ada penanganan khusus terhadap long Covid-19, hanya ditangani dengan pengobatan suportif dan sesuai gejala.

Dia menerangkan semua penderita Covid-19 ringan atau berat bisa mengalami gangguan organ dan menjadi long Covid-19. Akan tetapi tidak semua pasti mengalami.

Pada usia muda dan berisiko rendah, sekitar 70 persen mengalami gangguan 1 atau lebih organ dalam waktu 4 bulan setelah sembuh.

Beberapa gangguan organ yang bisa terjadi berupa rash kulit, kerontokan rambut, gangguan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan pembaruan/pengecapan, fibrosis paru, keradangan jantung, hingga gangguan ginjal.

Adaninggar melanjutkan, jika tidak ada gejala, penyintas boleh melakukan check up rutin untuk melihat ada tidaknya gangguan organ yang terjadi akibat Covid-19.

Sementara itu, penyintas Covid-19 tidak perlu memeriksa swab PCR berkala bila tidak ada indikasi reinfeksi. "Curiga reinfeksi bila muncul gejala baru lagi, gejala yang masih ada memburuk, atau ada kontak erat baru," tutur Adaninggar.

Dia menerangkan penyintas Covid-19 sangat bisa terinfeksi kembali virus tersebut. Semua tergantung sistem imun tubuh, jumlah keganasan virus, serta lingkungan yang mendukung.

Setelah sembuh, antibodi dan sel memori tidak bertahan selamanya. Kadarnya menurun setelah 60 hari dan ada yang bertahan hingga 6-8 bulan. Mutasi virus yang banyak terjadi juga bisa menganggu respon pengenalan antibodi yang bersifat spesifik.

Oleh karena itu, mereka tetap harus menerapkan protokol kesehatan walaupun sudah sembuh. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Menjaga imunitas juga penting dengan makan-makanan bergizi, cukup tidur, olahraga teratur, menghindari rokok dan alkohol, manajemen stress yang baik, dan vaksinasi bila ada kesempatan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia