Ini Tanaman Herbal yang Teruji Klinis Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Tanaman Echinacea Purpurea bisa meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Ini diperkuat oleh opini para ahli Peralmuni (Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia) dalam Expert Meeting Peralmuni tentang Echinacea Purpurea. - istimewa
10 Februari 2021 23:17 WIB Dewi Andriani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah sehingga menyebabkan okupansi rumah sakit rujukan semakin penuh bahkan telah lebih dari 70 persen. Akibatnya, rumah sakit hanya menerima pasien dengan gejala sedang dan berat.

Erlina Burhan, dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Persahabatan, mengatakan, bahwa saat ini, 80 persen pasien virus corona di Indonesia tercatat KTG dan pasien bergejala ringan. Sisanya, 20 persen adalah pasien yang bergejala sedang dan berat.

Berangkat dari fakta itu, berbagai upaya pencegahan sekaligus perlindungan seharusnya dapat dilakukan oleh diri sendiri. Antara lain, dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjalankan gerakan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas.

“Untuk itu penting melakukan perlindungan diri dengan tetap memelihara dan meningkatkan imunitas tubuh, antara lain dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi hingga mengonsumsi suplemen atau vitamin. Salah satu suplemen yang telah teruji klinis meningkatkan daya tahan tubuh ialah yang mengandung tanaman herbal Echinacea Purpurea,” terangnya.

Manfaat Echinacea Purpurea dalam meningkatkan sistem daya tahan tubuh juga  diperkuat oleh opini para ahli Peralmuni (Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia) dalam Expert Meeting Peralmuni tentang Echinacea Purpurea.

Iris Rengganis, Ketua PP Peralmuni mengatakan bahwa Echinace Purpurea memiliki manfaat sebagai immunomodulator, yang berarti Echinacea Purpurea dapat mengatur kerja sistem imun tubuh. "Berdasarkan mekanisme kerjanya, Echinace Purpurea dapat digunakan untuk pencegahan penyakit infeksi, salah satunya infeksi pada saluran pernafasan atas dan bawah," ujarnya.

Para ahli Peralmuni menyimpulkan Echinacea memiliki berbagai komponen zat aktif yang dianggap berperan sebagai imunomodulator, antara lain alkamide, ketoalkana, turunan asam cafeic, polisakarida, dan glikoprotein.

Selain itu, sebagai imunomodulator, Echinacea dapat berperan sebagai imunostimulan ataupun imunosupresan, bergantung pada kondisi sistem imun tubuh.

Bahkan, dalam studi in-vitro lainnya, didapatkan bahwa pemberian Echinacea menghambat beberapa jenis virus, seperti virus influenza A dan B, virus parainfluenza, dan respiratory syncytial virus (RSV) melalui mekanisme interaksi langsung dengan partikel virus serta protein pembungkus virus.

Berdasarkan data dari berbagai studi klinis yang ada, Echinacea purpurea dapat diberikan sebagai salah satu langkah preventif ataupun terapi komplementer pada awal penyakit selama pandemi Covid-19 untuk menjaga imunitas tubuh. Dosis pemberian yang dianjurkan sesuai dengan BPOM adalah 3 kali sehari untuk sediaan 250 mg, ataupun sekali sehari untuk sediaan 1000 mg.  

Raphael Aswin Susilo Widodo, Direktur PT SOHO Industri Pharmasi dan Vice President Research & Development, Regulatory and Medical Affairs SOHO Global Health Tbk mengatakan bahwa salah satu suplemen yang memiliki kandungan Echinacea Pupurea adalah Imboost

Di dalamnya, Imboost mengandung Echinacea Pupurea extract dan zinc picolinate. Sebagai produk immunomodulator, Imboost bekerja memodulasi/mengatur sistem imun tetap pada level optimal.

Selain itu, terdapat juga Imboost Force yang mempunyai kekuatan lebih dalam immunomodulator, karena terdapat tambahan kandungan Blackelderberry extract yang dapat membantu menghambat replikasi virus serta menstimulasi peningkatan sistem daya tahan tubuh.

“Proses kerjanya dengan cara meningkatkan produksi monosit, yaitu bagian darah putih yang berperan dalam sistem daya tahan tubuh, sehingga akan mempercepat proses penyembuhan bagi orang yang sudah sakit karena terinfeksi virus,” ujar dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia