Advertisement

Hasil Studi, Wisatawan Rela Rogoh Kocek Lebih Banyak demi Liburan Ramah Lingkungan

Yudi Supriyanto
Kamis, 18 Februari 2021 - 05:57 WIB
Nina Atmasari
Hasil Studi, Wisatawan Rela Rogoh Kocek Lebih Banyak demi Liburan Ramah Lingkungan Wisatawan dewasa lebih memilih destinasi wisata yang ramah lingkungan dan ingin mengunjungi komunitas lokal./Ilustrasi - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Kondisi lingkungan saat ini sedang tidak sehat. Salah satu indikatornya tentu jumlah sampah plastik yang kian banyak atau polusi udara yang kian menjadi.

Kondisi lingkungan yang tidak baik-baik saja itu membuat banyak orang semakin sadar bahwa sangat penting menjaga lingkungan, termasuk saat melakukan wisata atau hiburan. Para orang dewasa muda bahkan rela membayar lebih mahal untuk melakukan perjalanan liburan yang ramah lingkungan.

Dilansir dari Express UK, sebuah studi menunjukkan bahwa orang dewasa muda bersedia menghabiskan biaya 25 persen lebih banyak untuk menikmati liburan-liburan yang ramah lingkungan.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Baca juga: Pemda Mengklaim Tidak Ada Satu Pun RT Zona Merah Covid-19 di DIY

Studi yang dilakukan terhadap 2.000 orang dewasa tersebut juga menemukan bahwa sepertiga dari mereka ingin lebih sadar lingkungan dan sosial dalam perjalanan. Dari total ini, responden dengan usia 18-24 tahun yang sadar lingkungan dan sosial dalam perjalanannya meningkat menjadi 41 persen.

Karin Sheppard, SVP, Managing Director untuk Eropa di IHG Hotels & Resorts mengatakan saat ini konsumen lebih menekankan pada liburan-liburan yang lebih baik dengan kredensial ramah lingkungan, mengurangi jejak karbon, dan peduli pada komunitas lokal.

“Menarik melihat bagaimana orang-orang dengan usia lebih muda memimpin dalam penelitian tentang akomodasi yang ramah lingkungan dan ingin mengeluarkan uang lebih banyak untuk memastikan mereka sadar lingkungan dan sosial,” katanya, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Duh...Anggota Parlemen Perempuan di Jepang Hanya Boleh Ikut Rapat, Tapi Tak Boleh Bicara

Dia menuturkan setiap orang dapat mengubah sikap mereka dan tetap menikmati perjalanannya, baik untuk bisnis maupun liburan. Namun, penting bagi perusahaan untuk menyediakan keinginan para traveler.

Advertisement

Kondisi tersebut membuat pihaknya meluncurkan sebuah program sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa apa yang perusahaan lakukan sudah tepat, tidak hanya memenuhi apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

“Untuk membuat perbedaan positif terhadap orang-orang kita, komunitas, dan planet ini dalam beberapa dekade ke depan,” katanya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi di DIY, DP3AP2 DIY Tingkatkan Pemberdayaan Gender

Jogja
| Kamis, 06 Oktober 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Profil Howard Timotius Palar, Petinggi Indomaret yang Meninggal Tertabrak Truk

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement