Jadi Makanan Tentara Perang Dunia II, Ini Fakta-Fakta seputar Cheetos

Cheetos - Shutterstock
18 Februari 2021 23:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Cheetos, salah satu snack legendaris, dikabarkan akan berhenti produksi di Indonesia pada 18 Agustus 2021 mendatang. Berhentinya produksi Cheetos tersebut akan dibarengi dengan pemberhentian produksi Lays dan Doritos.

Cheetos menjadi salah satu merek camilan yang digemari banyak orang khususnya anak kecil. Cheetos merupakan camilan yang memiliki bahan dasar jagung yang dikenal memiliki bumbu yang gurih.

Selengkapnya simak fakta-fakta Cheetos yang dilansir dari Suara.com--jaringan Harianjogja.com:

1. Sejarah Cheetos

Produksi Cheetos berawal dari penelitian tentang pembuatan makanan yang tidak cepat kadaluarsa dan praktis sebagai makanan para tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia II.

Pada akhirnya penelitian dilakukan menghasilkan bubuk keju yang dilakukan oleh Quartermaster Corps “Subsistence Research Laboratory” di Laboratorium United States Department of Agriculture (USDA).

Cheetos pertama kali diciptakan oleh Charles Elmer Doolin di Dallas, Texas, Amerika Serikat pada tahun 1948 silam. Doolin kemudian bekerja sama dengan Herman W. Lay untuk membantunya dalam memasarkan secara nasional.

Akhirnya pada tahun 1961, Doolin dan Lay memutuskan untuk menggabung perusahaannya dengan diberi nama Frito-Lay Inc. Kemudian Cheetos dibeli oleh PepsiCo.

2. Bumbu Resmi Cheetos

Siapapun orang yang telah memakan Cheetos akan mencuci atau menjilat bumbu sisa yang masih menempel di jari – jari tangan. Bumbu yang menempel pada jari tersebut memiliki nama yaitu Cheetle. Bumbu cheetle ini sudah dipatenkan oleh Cheetos sendiri.

3. Maskot Pertama Cheetos

Sebelum mengenal maskot Cheetah pada kemasan Cheetos yang sering dijumpai sekarang, maskot pertama kali dipakai adalah tikus yang diluncurkan sejak tahun 1969 silam. Maskot Cheetah mulai digunakan pada tahun 1980-an.

4. Penemuan Flamin’ Hot Cheetos

Cheetos memproduksi varian rasa pedas atau Flamin’ Hot Cheetos. Produksi itu dimulai saat seorang petugas kebersihan yang berusia 12 tahun yang bernama Richard Montanez yang mempresentasikan ide produknya setelah ia mendapatkan telepon dari CEO saat itu Roger Enrico.

Flamin’ Hot Cheetos mulai diproduksi pada awal 1990-an kemudian menjadi sukses besar dan membuat Montanez naik jabatan hingga wakil presiden eksekutif.

5. Satu Buah Cheetos pernah dijual seharga Rp 1,4 Miliar di eBay

Pada tahun 2017, ada seorang penjual toko online eBay yang melelang Cheetos yang berbentuk gorilla Harambe. Sosok gorilla Harambe ini ramai diperbincangkan saat setelah ditembak mati setelah seorang anak jatuh ke kandangnya dan gorilla tersebut menyeret anak itu. Satu buah Cheetos tersebut laku dijual seharga 99.000 dollar AS atau setara dengan Rp 1,4 miliar.

Itulah fakta soal Cheetos, snack legendaris yang kabarnya akan setop produksi di Indonesia.

Sumber : suara.com