Jangan Hanya Formalitas! Ini 6 Cara Minta Maaf yang Tulus kepada Seseorang

Ilustrasi Permintaan maaf - Istimewa
23 Februari 2021 23:37 WIB Laurensia Felise Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Meminta maaf menjadi hal yang sulit bagi sebagian orang. Namun berkata ‘maaf’ mungkin bisa menjadi cara tercepat dalam menurunkan tensi suatu argumen dan meredakan suasana hati pasca bertengkar.

Akan tetapi perlu dipahami juga bahwa permintaan maaf yang mudah akan memunculkan kesan bahwa Anda belum benar-benar memahami kesalahan Anda dan mengabaikan luka fisik atau batin yang meninggalkan jejak bagi orang lain.

Dilansir dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com dari Times of India, ada enam cara untuk menyampaikan permintaan maaf yang efektif dan tulus bagi seseorang.

1. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Meminta maaf dengan terburu-buru akan membuat Anda terlihat kurang memberikan usaha dalam memahami kesalahan. Karena itu, penting untuk mengajak berbicara dengan orang lain tentang apa yang mereka rasakan dan membiarkan mereka menyebutkan kesalahan Anda tanpa merasa tersinggung.

Cara ini dapat membuat Anda bisa meminta maaf dengan lebih tulus setelah menyadari kesalahan Anda.

2. Siapkan Rencana Permintaan Maaf

Merencanakan permintaan maaf kepada orang lain bukanlah hal yang merepotkan dan terkadang merupakan hal yang baik, misalnya dengan mencoba menuliskan pesan permintaan maaf dan membacanya kembali berulang kali.

3. Rincikan Permintaan Maaf

Meminta maaf tidak hanya sekadar menyebutkan bahwa Anda merasa salah saja, tetapi rincikan bagaimana perasaan menyesal terhadap tindakan Anda dan jelaskan alasannya. Kalau pun Anda tidak menyadari bahwa tindakan Anda salah, akui hal tersebut dan berikan pernyataan tentang rencana Anda dalam memperbaiki kesalahan tersebut ke depannya.

4. Jangan Terlalu Fokus pada Perasaan

Jangan pernah membawa perasaan penyesalan di masa lalu ketika meminta maaf karena dampaknya yang dapat memperburuk situasi. Sebagai gantinya, bertanggung jawablah pada dampak yang telah dialami orang lain dan tidak terlalu memedulikan pemikiran apakah orang lain telah meminta maaf kepada Anda sebelumnya atau tidak.

5. Buktikan Tindakan Anda

Mengatakan kata maaf memang memiliki dampak yang besar, tetapi seringkali tindakan memperbaiki kesalahan punya dampak yang lebih besar karena dapat memperkuat hubungan Anda dengan orang lain.

Contoh dari tindakan ini adalah dengan menawarkan solusi alternatif atau kompensasi dari kesalahan Anda sehingga orang lain dapat merasakan niat yang tinggi dalam meminta maaf dan memperbaiki hubungan.

6. Bersabar

Terkadang beberapa kesalahan memberikan dampak yang buruk hingga sulit untuk mendapatkan permintaan maaf dalam waktu yang cepat dan berdampak pada seberapa lama seseorang dapat memaafkan dan menerima permintaan maaf itu.

Jika hal ini terjadi, Anda perlu untuk meminta maaf dengan tulus, membuka hati, serta berusaha keras dalam memperbaiki hubungan tersebut jika orang lain belum dapat melakukan perdamaian.

Sumber : bisnis.com