Sedang Diet? Kenali 8 Risiko Saat Turunkan Berat Badan

Diet - Endoc
27 Februari 2021 06:57 WIB Laurensia Felise Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketika Anda menjalankan diet penurunan berat badan dengan cara apapun, tentu ada risiko yang menyertainya ketika diet dilakukan dalam waktu yang cukup lama.

Meski menawarkan penurunan berat badan dalam jumlah tertentu, ada pula berbagai dampak buruk jika salah melakukannya. Melansir dari Times of India, berikut delapan risiko dari menjalankan diet dalam waktu yang lama:

  1. Kelelahan

Dengan sedikitnya makanan yang masuk ke dalam tubuh akan membuat efek kelelahan dikarenakan banyaknya energi yang dibakar sedangkan sedikit asupan. Ini juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam membakar energi.

  1. Perubahan Mood yang Cepat

Kegiatan diet cenderung membuat muncul keinginan untuk makan makanan tertentu yang membuat muncul perasaan senang dan puas ketika mendapatkannya. Tetapi ketika diet berlangsung, pembatasan konsumsi makanan tertentu dapat merusak suasana hati.

  1. Penurunan Massa Otot

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet berlebih dapat memicu peningkatan berat badan bersamaan dengan penurunan massa otot.

  1. Kekurangan Nutrisi Utama

Dalam beberapa metode diet, ada yang mengharuskan pengurangan konsumsi pada beberapa jenis nutrisi seperti karbohidrat, lemak, dan kalori. Tetapi bersamaan dengan itu, ada nutrisi penting lain yang ikut berkurang seperti serat dan lemak omega-3.

  1. Risiko Penyakit Gangguan Makanan

Diet berkepanjangan juga bisa berdampak secara jangka panjang pada kebiasaan makan yang kurang stabil.

  1. Kesulitan Buang Air

Diet dapat memengaruhi saluran pencernaan, sehingga pengurangan konsumsi pada makanan kaya serat akan sangat memengaruhi kelancaran buang air.

  1. Rambut Rontok

Studi dalam Jurnal Praktik dan Konseptual Dermatologi menunjukkan kekurangan nutrisi bisa melemahkan folikel rambut sehingga mengurangi kemampuan untuk memproduksi lebih banyak rambut.

  1. Efek pada Siklus Menstruasi

Perubahan pola makan dan penurunan berat badan dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi, sehingga penting bagi para perempuan yang akan menjalankan diet untuk berkonsultasi dengan pakar diet yang dapat membantu dalam proses tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia