BPOM Sebut Efikasi Vaksin AstraZeneca Lebih Rendah dari Sinovac

Indonesia merupakan salah satu negara pertama di Asia yang menerima dosis vaksin Covid-19 melalui inisiatif global yang dikelola oleh World Health Organization (WHO). - Bisnis.com
09 Maret 2021 20:17 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin resmi penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) pada Vaksin AstraZeneca.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengukapkan pihaknya telah melakukan evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu vaksin tersebut, selain itu juga telah mendapatkan izin penggunaan di beberapa negara lain.

Dari hasil evaluasi tersebut menunjukkan efikasi 62,1 persen. Itu artinya AstraZeneca memiliki efikasi lebih rendah dari vaksin Sinovac senilai 65,3 persen.

Baca juga: Kasus Covid-19 Klaster Hajatan, 47 Warga Bojong Kulonprogo Diuji Swab

“Efikasi vaksin dua dosis standard yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar dia bulan menunjukkan efikasi 62,1 persen,” kata Penny secara virtual, Selasa (9/3/2021).

Hasil tersebut mengikuti persyaratan efikasi untuk penerimaan Emergency Use Autorization (EUA) yang ditetapkan WHO yaitu minimal 50 persen.

Penny juga menambahkan, bila AstraZeneca tidak akan digunakan untuk vaksinasi mandiri.

"Sebagaimana peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah bahwa vaksin yang diberikan dalam gotong royong harus berbeda dengan program vaksinasi Nasional, maka vaksin AstraZeneca tidak akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri," tutupnya.

Sumber : Bisnis.com